Home / Seputar Madina / 2 Calhaj Tabagsel Meninggal

2 Calhaj Tabagsel Meninggal

.
SIDIMPUAN- Dua jamaah calon haji (calhaj) asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meninggal dunia di tanah suci. Musa Nasution (70), calhaj asal Padangsidimpuan (Psp) menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (1/11) usai pulang salat subuh dari Masjid Nabawi, Madinah. Satu calhaj lainnya, Nurbaek Siregar (49), warga Kecamatan Halongonan, Padang Lawas Utara, wafat di Mekkah, Rabu (3/11) siang waktu Arab Saudi.

“Satu calhaj asal Padangsidimpuan meninggal dunia di Madinah. Jenazah Musa Nasution, warga Jalan Tano Bato, Kampung Tobat, Gang Ikhlas, Kelurahan Tobat, Kecamatan Psp Utara, saat ini sudah dimakamkan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Psp, Drs H Efri H Harahap, kemarin (5/11).

Diutarakan Efri, 401 calhaj lainnya, semuanya dalam keadaan sehat walafiat dan sedang khusuk melaksanakan semua ibadah haji.

Sementara itu Nurbaek Siregar, calhaj asal Desa Pangarambangan, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meninggal dunia di Mekkah, saat mendapat perawatan tim medis Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Halongonan, Drs H Haddad Ulum Harahap MAg, saat dikonfirmasi METRO, Jumat (5/11).

Diutarakan Haddad, informasi meninggal calhaj asal Kecamatan Halongonan ini didapatkan dari salah seorang petugas haji Tapanuli Selatan yakni Drs Parmohonan Siregar yang saat ini berada di Mekkah. “Informasi meninggalnya calhaj asal Halongonan ini saya terima melalui SMS (short message service) dari salah seorang petugas haji yakni Drs Parmohonan Siregar. Parmohonan mengabarkan bahwa calhaj asal Halongonan meninggal dunia saat mendapat perawatan tim medis di Mekkah. Kita turut berdukacita atas wafatnya calon haji asal Halongonan ini. Semoga keluarga tabah menerimanya,” ujarnya.

Ketika ditanya penyebab meninggalnya calhaj asal Halongonan tersebut, Haddad menuturkan, calhaj tersebut meninggal dunia diduga karena penyakit bawaannya. “Penyebabnya diduga karena menderita penyakit bawaan. Dan kemungkinan besar, calhaj tersebut akan dimakamkan di Mekkah,” pungkasnya.

Semua Calhaj Madina Sehat

Kepala Kantor Kemenag Mandailing Natal Drs H Muksin Batubara MPd ketika dihubungi METRO melalui staf Kasi Urusan Haji dan Umroh, Erwin SHi, Jumat (5/11) menuturkan, hingga kemarin (5/11), 489 calhaj Madina yang diberangkatkan ke tanah suci Makkah dalam dua kloter, semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Kloter 11 berangkat Kamis (21/10) lalu, dan kloter 13 berangkat Sabtu (23/10).

Diutarakan Erwin, Kantor Kemenag Madina terus menanyakan informasi lebih lanjut terkait kondisi kesehatan calhaj yang saat ini berada di tanah suci.

“Kita selalu menanyakan kabar calhaj kita, dan petugas haji yang ikut mengabari kita bahwa belum ada masalah dengan kesehatan mereka (calhaj, red), dan seluruh calhaj masih dalam kondisi sehat,” ucapnya. Sebelumnya, calhaj Kloter 11 berjumlah 450 orang, diberangkatkan dari Panyabungan pada Kamis sore (21/10) menuju asrama haji Medan. Kemudian calhaj kloter 11 diberangkatkan ke tanah suci hari Sabtu (23/10). Calhaj kloter 11 akan dipulangkan dari tanah suci Makkah tiba di embarkasi Medan pada tanggal 3 Desember dini hari. Siang harinya jamaah akan istirahat di asrama haji Medan dan pulang ke Panyabungan sore harinya. Jamaah haji akan tiba kembali di Panyabungan di Masjid Agung Nur Alannur tanggal 4 Desember.

Sementara calhaj kloter 13 sebanyak 39 orang tersebut digabungkan ke rombongan calhaj asal Kota Psp, diberangkatkan dari Panyabungan menuju Psp pada hari Minggu (24/10) ke asrama haji embarkasi Medan. Mereka berangkat ke tanah suci pada Selasa (26/10). Kemudian jamaah haji kloter 13 ini akan pulang dari tanah suci dan tiba di embarkasi Medan pada tanggal 6 Desember, serta tiba di Panyabungan tanggal 7 Desember.

Dari jumlah calhaj sebanyak 489 orang itu, Kepala Kantor Kemenag Madina Drs H Muksin Batubara MPd yang juga sekaligus Kepala Staf Haji Madina menyebutkan, calhaj tertua berusia 85 tahun, yakni Ballia. Sedangkan calhaj termuda yakni Muhammad Nurdin berusia 26 tahun. “Ibu Ballia juga masih dalam kondisi sehat di tanah suci,” jelas Erwin. (phn/thg/wan)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda