Home / Seputar Madina / 2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

2 Truk Terperosok Macet 33 Jam


MADINA-
Dua truk over tonase bermuatan kayu dan cangkang kelapa sawit terperosok di pinggir jalan tikungan tajam dan tanjakan di perbatasan Desa Tombangkaluang, Batang Natal, Madina. Akibatnya arus lalu-lintas macet sekitar 33 jam.
Informasi dihimpun METRO, dua truk tersebut melintas dari arah berlawanan, Rabu (10/8) malam sekira pukul 19.00 WIB. Truk bermuatan kayu datang dari arah Natal, sedangkan truk cangkang melaju dari arah Tapanuli Selatan
Ketika melintas di lokasi jalan yang menanjak selebar enam meter jika dari arah Natal, sopir truk bermuatan kayu tidak bisa mengendalikan laju truknya dan mundur melawan arah yaitu ke arah kanan badan jalan dan terperosok ke parit jalan. Akibatnya, sumbu belakang truk terlihat patah.
Sedangkan sopir truk bermuatan cangkang terpaksa membanting setirnya ke drainase atau parit di pinggir kanan jalan. Kedua truk itu pun sama-sama tak lagi berada di sisi jalan yang seharusnya. Sedangkan lebar jalan yang bisa dilalui tinggal 1,5 meter.
Pantauan METRO, hingga Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB, antrean kemacetan kendaraan yang ingin melintasi daerah itu masih tetap terjadi dengan panjang antrean sekitar 4 kilometer. Untuk melewati kemacetan tersebut pengendara harus menunggu hingga sekitar 4 jam. Arus lalu-lintas baru bisa normal Jumat (12/8) pagi sekira pukul 04.00 WIB, setelah kedua truk berhasil keluar dari tempat terperosoknya
Andi (35) salah seorang sopir truk kepada METRO menuturkan, persitiwa seperti itu telah sering terjadi di jalan lintas pantai barat. Penyebabnya karena jalan sempit dan medan jalan yang sulit dilalui. Kondisi ini diperparah lagi dengan medan jalan yang berbukit dan tebing terjal yang mengancam setiap pengendara kendaraan bermotor baik roda dua hingga roda 10.
”Kalau terperosok seperti ini sudah sangat sering Pak. Setiap hari pasti ada kemacetan akibat truk yang nyangkut dan terperosok akibat kecilnya lebar jalan dan tikungan serta tanjakan yang sangat menantang,” ujarnya.
Saat ditanya tonase kendaraan yang melintas, Andi mengakui berat dan beban kendaraan memang tidak sepadan dengan kondisi badan jalan di pantai barat. Namun, kata Andi, dirinya hanya sebagai sopir dan tak tau menahu tentang peraturan tersebut.
Sementara Bupati Madina melalui Kepala Dinas Perhubungan Harlan Batubara SH kepada METRO belum lama ini menegaskan, setiap hari terjadi pelanggaran peraturan di jalan lintas pantai barat terutama kelebihan tonase truk. (wan)
Sumber : Metro_Tabagse

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar