Home / Seputar Madina / 2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

MADINA-Di tahun 2012 ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII PMII) Madina berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Hal ini merupakan tuntutan organisasi.
Selain itu, peningkatakan kualitas dan kuantitas kader ini juga merupakan jawaban dari berbagai tudingan, bahwa dalam berbagai kegiatan di luar program PMII Madina kader-kader PMII ditunggangi oleh sejumlah pihak.
Demikian disampaikan Ketua Umum PC PMII Madina, Supendi didampingi Sekretaris Umum, Imsaruddin Nasution bersama seluruh Badan Pengurus Harian (BPH) saat ditemui METRO di Sekretariat PC PMII Madina di Kelurahan Dalan Lidang Panyabungan, Rabu (25/1)
Supendi menjelaskan, beberapa bulan terakhir, PMII Madina memeroleh sejumlah tudingan yang merusak marwah dan nama besar organisasi kemahasiswaan dengan jumlah kader terbesar di Madina (sekitar 500-an orang). Tudingan yang dimaksudkan Supendi semisal, kader-kader PMII yang terlibat dalam berbagai aksi ditunggangi sejumlah pihak berkepentingan.
Menyikapi hal ini, ungkap Supendi, bukan berarti PMII akan diam, PMII nantinya akan melakukan proses, apabila ada oknum yang merusak citra PMII akan diadukan secera hukum.
”Untuk tahun 2012, PMII memiliki program meningkatkan pembinaan terhadap kader kami, semisal mengutus pelatihan-pelatihan, melakukan seminar pendidikan dan sebagainya. Yang paling utama adalah menumbuhkembangkan loyalitas terhadap organisasi sebagai nilai dasar pergerakan,” katanya.
Supendi menegaskan, PMII tidak akan mencari persoalan tetapi sebaliknya akan menawarkan solusi-solusi dengan kemampuan intelektual yang dimiliki, dan PMII hanya akan angkat bendera apabila kondisi stabilitas masyarakat terganggu.
Ketua 1, Ahmad Sakirin mengatakan, dalam berbagai aksi yang dilakukan beberapa elemen, sering pihaknya menerima laporan bahwa kader-kader PMII dilibatkan padahal itu tidak benar. Yang lebih parah lagi, aksi-aksi unjukrasa dari organisasi lain yang diisukan melibatkan PMII itu, ketika aksinya batal, PMII sering menjadi sasaran.
”Inikan merusak citra organisasi kami, dan perlu kami sampaikan kami akan melakukan perlawanan apabila ada gerakan yang merusak nama PMII, dan kejadian seperti ini sebenarnya sudah sering kami alami” ujarnya. (wan/mer.metrotabagsel)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar