Home / Berita Sumut / Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

TAPUT – Uji coba sumur bor panas bumi Sol Sarulla Operations Ltd di Sil I Desa Silangkitang, Kecamatan Pahaejae, Taput berujung ledakan, Rabu (11/12) sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan warga sekitar panik mendengar dentuman keras dan kepulan asap tebal, beberapa di antaranya sempat pingsan karena ketakutan.

Informasi dihimpun dari lokasi, setelah ledakan yang mengguncang kawasan sekitar, warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Getaran dan suara ledakan juga terasa hingga ke desa tetangga. Selain itu, mereka jugan
sempat mengira terjadi gempa bumi dan akan ada ledakan berikutnya.

“Kami panik dan ketakutan. Suara ledakan itu sangat keras. Daerah sini sampai bergetar. Ada beberapa warga yang pingsan. Kami pikir ada gempa bumi dan sumur gas bumi itu akan meledak lagi,” ujar sejumlah warga yang merasakannya.

Setelah ledakan, terlihat kepulan asap putih tebal membumbung ke udara. Warga yang marah lantas mendatangi lokasi. Puluhan warga desa setempat dan desa tetangga Pangaloan yang berang kemudian mendatangi Kantor Sol Sarulla Operations Ltd yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Untung saja Kapolsek Pahae Jae AKP M Sihombing dan Danramil setempat Kapten H Damanik bersama anggotanya segera tiba di lokasi dan mencoba menenangkan warga yang emosi. Setelah situasi sudah cukup tenang, warga kemudian menyampaikan protes dan tuntutan mereka secara tertulis yang diterima staf Kantor Sol Sarulla Operations Ltd.

“Kami menolak cara kerja Sol seperti ini. Selama ini kami sudah cukup percaya ini aman. Tapi pihak perusahaan selalu tertutup. Kalau ada warga yang mempertanyakan prosedur keselamatan, tidak ditanggapi. Kami masih mau selamat,” ujar seorang warga yang protes Mauliate Sitompul.

Menurut warga, uji coba tersebut belum pernah disosialisasikan kepada mereka sebelumnya. Dalam hal itu, warga menilai pihak humas perusahaan tidak becus bekerja. “Humasnya ini tidak becus kerja. Tidak pernah ada sosialiasi mau uji coba seperti ini,” kata warga.

Sementara itu Asisten Humas Marlan Sitompul mengaku tidak dapat menjelaskan penyebab ledakan secara teknis. Sedangkan tuntutan warga tersebut akan disampaikannya ke pimpinannya. Disepakati, sebelum ada penjelasan dan jaminan keamanan dari pihak perusahaan, aktivitas kerja di sumur tersebut dihentikan sementara. (sumutpos).

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar