Home / Seputar Madina / 250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas

250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas


Rochidam Kalapas Panyabungan
MADINA-

Sedikitnya 250 narapidana atau biasa disebut napi di Lapas Klas II B Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hanya dijaga 20 petugas.
Hal ini terungkap pada serah terima jabatan (Sertijab) Rochidam BcIP SSos MSi menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (22/2). Rochidam menggantikan Bambang Basuki BcIP SH.
Bambang Basuki, Kalapas yang melepas jabatannya, mengatakan, ia telah bertugas di Lapas Panyabungan selama 2 tahun 10 bulan 22 hari. Hal itu merupakan suatu pengabdian besar dalam melakukan pembinaan kepada warga penghuni Lapas klas II B Panyabungan. Sebab, prinsip pembinaan yang ditanamkannya, diawali dari segi keagamaan. Dalam seminggu ada 2 kali pengajian di Lapas itu.
“Saya bersyukur dan senang bertugas selama hampir 3 tahun di Madina. Selama menjabat tak ada persoalan-persoalan yang cukup penting dan seluruhnya kooperatif. Semoga pejabat baru bisa melanjutkan apa yang telah ada dan tetap berupaya meningkatkan pelayanan di lapas ini,” sebut Bambang.
Bambang yang akan bertugas di sebagai Kalapas Klas IIB di Tanjung Balai, menambahkan, saat ini, jumlah napi di Lapas Panyabungan sekitar 250 orang dengan kapasitas ruangan 300-an orang.
“Mereka dilatih dengan sejumlah keahlian baik merakit jaring ikan dan keahlian sebagainya, di samping pembinaan agama,” sebutnya.
Namun, sambungnya, masih ada sejumlah kendala yang dirasakan selama bertugas, di antaranya adalah kurangnya jumlah personel keamanan dan sarana lainnya. ”Hanya ada sekitar 20-an orang tenaga kemanan di Lapas ini, sedangkan napi mencapai 250 orang. Artinya jumlah pengamanan ini sudah semestinya ditambah, begitu juga dengan sarana untuk pembinaan keahlian bagi napi. Selain itu, di Lapas ini juga masih banyak kekurangan,” bebernya.
Dalam sertijab itu, Sekdakab Madina, Gozali SH MM, mengaku pihaknya akan berupaya untuk membantu Lapas Panyabungan, baik dari sarana dan prasarana atau hal lainnya yang dianggap perlu untuk meningkatkan pembinaan narapidana di Lapas Panyabungan.
“Pemkab Madina siap membantu sarana dan prasarana yang dibutuhkan Lapas. Namun, dengan catatan tak melanggar peraturan dan mekanisme yang ada. Kami akan mempelajarinya.Asal demi peningkatan Pemkab Madina siap membantu,” sebutnya.
Sementara itu, Rochidam, Kalapas yang baru yang sebelumnya bertugas sebagai Karutan Sulawesi Selatan, mengaku, telah berkomitmen untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh Kalapas yang lama. Selain itu, juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan Lapas Panyabungan dengan tak menyalahi aturan yang ada.
”Namun untuk menciptakan itu, saya tak akan mampu melanjutkan prestasi itu tanpa dukungan dan kerja sama yang baik dengan seluruh personel yang ada di lapas ini, begitu juga dengan Unsur Muspida yang ada di Madina. Saya sangat butuh dukungan dari seluruh elemen dalam menjalankan tugas saya,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, Kajari Panyabungan, Danang Purwoko SH, dan unsur muspida lainnya.
Sertijab juga dihadiri sejumlah kalapas baik dari Psp, Kalapas Syiak, Kalapas Maninjau Sumatera Barat, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian hukum dan Hak azasi manusia regional Sumut. (wan/ann)
Sumber : Metrotabagsel

Comments

comments