Home / Berita Sumut / 66 Tahun Indonesia, Medan Belum Merdeka Dari Jambret

66 Tahun Indonesia, Medan Belum Merdeka Dari Jambret


Kota Medan belum merdeka dari tindakan kejahatan. Pagi-pagi buta, persis di hari 66 tahun Indonesia merdeka, sudah terjadi aksi penjambretan terhadap dua pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta di kawasan Jalan Kapten Muslim, Helvetia, Medan, Rabu (17/08/2011).

Akibat aksi jambret ini, Putri Kemala Ulfa (21) penduduk Jalan Tuba IV Gang Perintis, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, harus rela kehilangan tas berisi harta bendanya dijambret dua pengendara sepeda motor bebek tidak jauh dari kantor polisi.

Ditemui usai membuat laporan di Mapolsek Helvetia, Jalan Kapten Muslim, Putri ditemani ibu dan rekannya sesama pegawai Lapas Tanjung Gusta membeberkan kejadian naas menimpanya saat berangkat menuju tempat kerja.

Bersama rekannya, saat berada di ujung Jalan Kapten Muslim tepat di persimpangan, tiba-tiba motor mereka yang berhenti dipepet oleh dua orang pengendara sepeda motor.

“Tiba-tiba yang berada di boncengan sudah mengambil tas jinjing yang kupangku. Tentu saja aku teriak histeris dan coba berusaha mengejar,” tukas Putri.

Namun usaha pengejaran ini malah membuat kakinya keseleo dan sedikit terluka. Bahkan sepatu yang baru dibelinya pun rusak karena dibawa berlari. Dia kemudian hanya bisa melihat kedua pejambret kabur di tengah lalu lintas di jalan yang saat itu masih sepi.

Akibat pejambretan ini, Putri menderita kerugian kehilangan tas jinjing, dua HP Blackberry, beberapa kartu ATM, uang Rp180.000. Diperkirakannya akibat aksi jambret ini dia menderita kerugian total Rp8.800.000.

“Ya hanya bisa berharap tukang jambret itu dapat segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Putri beranjak pulang dengan jalan sedikit tertatih.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsekta Helvetia AKP Zulkifli mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor STPL831/VIII/2011/Helvetia untuk segera ditindaklanjuti.

“Kita segera sebar anggota untuk mengejar para tersangka. Daerah tempat korban dijambret memang dikenal rawan selama ini,” pungkasnya. (BS-021)
Sumber : beritasumut.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar