Home / Seputar Madina / 9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

Panyabungan,

Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Jumat (16/09/2011) lalu.

Dikatakan Mahlil, pihaknya telah berulang kali melakukan musyawarah dengan warga dan bersama tokoh agama membahas kejadian di Desa Gunung Baringin dimana akibat kejadian itu 3 warga Gunung Baringin menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh beberapa oknum warga Huta Tua.

”Paska kejadian itu kami telah melakukan musyawarah beberapa kali untuk mencari solusi, karena warga kami juga sangat resah usai kejadian tersebut apalagi banyaknya tudingan buruk semisal pemilikan senjata oleh semua warga. Bahkan seluruh warga sangat berharap agar penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya. Terakhir kami rapat untuk mendata warga yang diperkirakan memiliki senpi hasilnya kami mendata sebanyak 9 KK memang memiliki senjata rakitan dan senjata ini dimililki sejumlah warga kami bukan karena ingin bertani ganja namun karena ada beberapa orang yang memiliki sehingga warga yang lain juga ingin memilikinya,” beber Mahlil.

Diakui Mahlil, masyarakat Huta Tua dalam hal ini juga merasa dirugikan atas ulah beberapa oknum warganya apalagi menyangkut salah seorang pelaku yakni Munir. Dikatakannya, Munir memang memiliki tipikal yang keras di desa itu dan sudah sepantasnya polisi menangkapnya. Disamping itu warga juga ingin agar Pemkab Madina terlibat secara langsung dalam menyikapi kondisi ini.

”Jujur saya katakan, Pak, warga juga tak ingin dinilai negatif karena isu pemilikan lahan ganja dan senjata padahal bukan semua warga yang memilikinya itu, hanya sebagian kecil saja. Artinya kami juga perlu diperhatikan, Pak, apalagi paska kejadian itu anak-anak kami tak lagi sekolah karena tak ada seorangpun guru yang datang. Alhamdulilan baru hari ini (Jumat) sudah mulai sekolah,” tambahnya.

Masih dijelaskannya, hasil musyawarah dengan warga juga memutuskan untuk membantu pihak kepolisian memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku begitu juga dengan keberadaan ladang ganja karena warga ingin tenang bukan seperti selama ini, dimana masyarakat dihantui atas tindakan sejumlah oknum.

”Kami siap memberikan informasi kepada penegak hukum baik  keberadaan pelaku maupun ladang ganja apabila masih ada. Dan perlu kami sampaikan bahwa Munir bersama keluarganya tak lagi berada di desa kami dan kami tak tau lari kemana,” ujarnya. (BS-026)

Sumber : beritasumut.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar