Home / Seputar Tapsel / Aek Latong Rawan Longsor & Macet

Aek Latong Rawan Longsor & Macet


Polres Tapanuli Selatan memprioritaskan pengamanan jalur Aek Latong saat arus mudik dan balik hari raya Idul Fitri 1432 H. Apalagi jalur tersebut rawan bencana alam seperti longsor khususnya saat musim penghujan dan macet.
Kapolres Tapsel AKBP Subandrya melalui Kasat Lantas AKP SL Widodo kepada METRO, Kamis (18/8) menjelaskan, untuk jalur Aek Latong akan mendapatkan prioritas lebih di mana akan didirikan pos pengamanan (PAM) seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu akan ditempatkan sejumlah personel Satlantas yang akan dibantu tim dari Pemkab Tapsel seperti Dishub, Satpol PP, Dinkes, PU dan lainnya.
Pengamanan di jalur Aek Latong akan dilaksanakan mulai H-10 dan H+10, dan akan memberikan pelayanan kepada pemudik selama 24 jam. “Khusus lokasi jalur Aek Latong ini setiap tahunnya selalu menjadi prioritas. Makanya tahun ini juga mendapatkan perhatian khusus, apalagi baru saja terjadi kecelakaan di jalur ini,” katanya.
Adapun pos PAM yang rencananya akan didirikan yakni di Pos I di Halongonan (Paluta), Pos II di Sipirok, Pos III di Parsariran Kecamatan Batang Toru, Pos IV di Aek Sijornih Kecamatan Batang Angkola (Tapsel), dan Pos V di Hutaraja Tinggi dan Sosa (Palas). Target operasi yakni memberikan pelayanan simpatik kepada masyarakat dan meminimalisir terjadinya lakalantas.
“Soal berapa jumlah personel yang akan ditempatkan, masih akan kita rapatkan nantinya bersama pemerintah daerah setempat seperti Pemkab Tapsel, Palas dan Paluta,” jelasnya.
Lebih lanjut disebutkan Widodo, untuk daerah rawan longsor selama arus mudik Idul Fitri di wilayah Tapsel, Polres bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah alat berat. Sehingga para pemudik baik yang masuk maupun keluar melintasi wilayah hukum Polres Tapsel tetap merasa lancar dan nyaman selama dalam perjalanan mudik. Khusus kepada para pemudik, Widodo mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor ekstra hati-hati selama perjalanan dan melengkapi surat-surat kendaraannya. Jika lelah selama dalam perjalanan agar beristirahat di pos PAM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Widodo kembali mengingatkan kepada calon pemudik sebelum melangsungkan perjalanan baik kendaraan roda dua ataupun roda empat untuk terlebih dahulu mempersiapkan kelayakan dan kelengkapan kendaraannya agar nyaman dan selamat. Kemudian mematuhi rambu-rambu lalulintas, menggunakan pengaman kepala atau helm. Dan yang terpenting lagi, menurutnya, jangan mengebut membawa kendaraan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Sementara khusus untuk Tapsel, seperti tahun sebelumnya akan membuka pos PAM lebaran di tiga titik yang selama ini dianggap rawan bencana alam dan longsor yang bisa mengakibatkan kemacetan dan juga lokasi yang dianggap rawan kecelakaan. Apalagi lokasi tersebut ramai dilintasi para pemudik. Seperti di Parsariran Kecamatan Batang Toru, Aek Sijorni Kecamatan Sayurmatinggi, dan jalur Aek Latong Kecamatan Sipirok yang akan mendapatkan perhatian khusus. “Pos PAM lebaran yang ada di tiga titik ini merupakan langganan kemacetan dan lakalantas sesuai pengalaman kita pada tahun-tahun sebelumnya. Makanya didirikan pos pam di tiga titik itu,” ungkapnya.
Masih dikatakan Widodo, para pengendara diminta berhati-hati di beberapa titik jalan yang rawan lakalantas. Seperti di jalur Aek Latong Sipirok perbatasan antara Tapsel-Taput, Batang Toru perbatasan antara Tapsel-Tapteng, Nabundong perbatasan antara Tapsel-Paluta, Sayurmatinggi perbatasan antara Tapsel-Madina. Sebab, meskipun kondisi jalan di lokasi tersebut relatif bagus, namun banyak tikungan tajam serta jurang.
4 Personel Dishub
Di Pos PAM
Sebanyak 12 personel Dinas Perhubungan Tapanuli Selatan akan ditempatkan di tiga pos PAM setiap harinya mulai H minus 7 hingga H plus 7 Idul Fitri. Di setiap pos PAM ditempatkan 4 personel setiap harinya untuk menjaga arus lalu-lintas agar tetap lancar selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Tapsel Roddani Hasibuan BA mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Tapsel terkait penempatan petugas pos PAM nantinya di tiga titik Kabupaten Tapsel. Yakni, di Sipirok, Batang Toru, dan Sayur Matinggi.
Diutarakan Roddani, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu-lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran tahun ini khususnya di pekan-pekan, pihaknya telah menugaskan dua personel Dishub setiap harinya. Namun saat hari pekan, jumlah personel tersebut ditambah agar arus lalu-lintas tetap lancar. Seperti di pekan Sipirok pada hari Senin dan Kamis. Di mana delapan petugas Dishub khusus di hari Kamis ditugaskan mengatur lalu-lintas di pasar tersebut.
Kemudian juga saat pekan Batang Toru, enam petugas diterjunkan untuk mengatur lalu-lintas. Atau rata-rata empat petugas di setiap hari pekan diturunkan untuk pekan lainnya baik di Sitinjak, Sigalangan, Sayur Matinggi dan lainnya.
2 Titik Rawan Macet
Di Kabupaten Palas, sebanyak dua titik jalinsum direncanakan akan menjadi titik pos PAM Lebaran tahun ini. Kedua titik tersebut berada di Simpang Meranti Kecamatan Hutaraja Tinggi, dan titik jembatan Sibuhuan Julu Kecamatan Barumun.
Kedua titik itu dianggap rawan macet karena adanya perbaikan jembatan di Sibuhuan Julu. Sedangkan untuk Meranti karena jalur masuk dan keluarnya kendaraan dari Jalinsum Riau menuju Palas dan merupakan simpang empat.
“Tapi kalau untuk teknis di lapangan hingga sejauh ini masih dalam penyusunan rencana dengan Polres Tapsel serta pihak lainnya untuk mengantisipasi hal-hal di jalanan dalam arus mudik Lebaran nantinya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Palas Irwan Marajo Lubis kepada METRO, Kamis (18/8).
Lebih lanjut dikatakan Irwan, untuk pasar Sibuhuan tepatnya di simpang empat juga akan disiagakan petugas PAM jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Besok (hari ini, red) kita akan rapat dengan Polres Tapsel untuk membicarakan berapa tim PAM setiap titiknya,” terangnya.
Satpol PP Juga
Diturunkan
Pihak Satpol PP Kabupaten Palas juga akan menurunkan personelnya dalam PAM Lebaran nantinya. Namun mengenai jumlah personel dan juknis di lapangan serta hal lainnya, masih menunggu hasil rapat dengan pihak terkait, Jumat (19/8).
“Berapa personel yang diturunkan juga besok (hari in, red) akan dibicarakan serta titik mana yang akan menjadi prioritas PAM Lebaran,” terang Kakan Satpol PP Palas Marza Zennopa.
Sementara itu Dinas PUD Palas akan menimbun jalan yang berlubang di sepanjang Jalinsum Palas, karena dianggap bisa membahayakan pengguna arus mudik Lebaran.
“Mulai dari Jalinsum Barteng hingga Jalinsum Sosa, kita akan timbun jalinsum yang berlubang,” ujar Kadis PUD Palas Ir Chairul Windu Harahap.
Di tempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Palas juga akan sigap dalam menghadapi berbagai bencana nantinya di jalanan seperti longsor, pohon tumbang dan lainnya. “Namun teknisnya besok (hari ini, red) akan dibicarakan. Karena sebelumnya juga kita selalu sigap jika ada terjadi bencana, baik banjir, longsor dan lainnya dengan semaksimal mungkin,” tegas Plt Kaban Bencana Alam Adnan Siregar.
Di Madina, 4 Pos PAM
Polres Madina mendirikan empat pos PAM tahun ini. Pos PAM tersebut akan beroperasi 7 hari sebelum Lebaran hingga delapan hari pasca lebaran.
Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte kepada METRO, Kamis (18/7) mengatakan, menyambut lebaran tahun ini Polres akan berupaya memberikan pelayanan prima ke masyarakat atas segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban dengan membuka pos PAM dan meningkatkan pengamanan dengan menambahkan personel kepolisian di lokasi-lokasi ramai seperti pasar dan lokasi wisata lainnya. “Pos pengamanan kita buat di empat titik. Yaitu di pintu masuk Kabupaten Madina dari arah Tapsel tepatnya di Desa Sihepeng, lalu di pusat pasar baru Panyabungan, dan di pintu masuk dari arah Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Muara Sipongi. Sedangkan satu pos adalah pos pantau yang bertempat di Aek Godang Desa Parbangunan Panyabungan tepatnya di samping rumah dinas Kapolres Madina,” sebut Fauzi.
Disebutkan Kapolres, personel yang bertugas di setiap pos sebanyak 20 orang dengan sift berbeda. Selain itu akan dibantu oleh personel dari Pemkab.
”Kalau yang kita siapkan dalam setiap pos itu ada 20 personel yang akan gantian berjaga. Biasanya personel kita dibantu oleh Pemkab Madina baik dari Dishub, Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Sebab ini penting di daerah yang rawan longsor,” tambahnya seraya mengatakan gelar pasukan akan dilaksanakan 21 Agusutus.
Bupati Madina melalui Kadis Perhubungan Harlan Batubara mengatakan pihaknya juga akan menugaskan personelnya untuk membantu Polres di lapangan dalam mewujudkan kamtibmas yang lebih baik dan prima.
Diakui Harlan, pihaknya belum menetapkan jumlah personel yang akan bertugas di pos PAM. Selain itu di pusat keramaian dan pekan-pekan, personel Dishub juga telah disiapkan bertugas. ”Mungkin hari Senin akan difinalkan semuanya masalah teknis di lapangan dan jumlah personelnya. Intinya Dishub akan membantu kepolisian untuk memberikan pelayanan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat,” sebut Harlan.
Kasatpol PP Madina Hendra Adisyafuta menuturkan, personel Satpol PP juga akan ditugaskan dalam pengamanan lebaran untuk membantu personel Polres di pos yang telah ditetapkan.
“Kita juga telah melakukan persiapan pasukan pengamanan menjelang lebaran ini. Namun kita masih akan rapat lagi dengan instansi lainnya terkait bagaimana teknis di lapangan,” sebutnya. (phn/amr/neo/wan)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar