Home / Seputar Madina / Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

Mairajo Matondang yang kritis saat ditangani dokter

Mairajo Matondang yang kritis saat ditangani dokter

TAMBANGAN (Mandailing Online) – Dampak penikaman terhadap dua bocah Desa Simangambat Tambangan, kini banyak anak-anak usia sekolah dasar di masih takut pergi ke sekolah.

“Senin lalu, sekolah  di desa ini sempat di liburkan. Untuk hari Selasa semalam dan hari ini anak sekolah sudah masuk, namun kehadirannya hanya mencapai 50 persen. Masing-masing orangtua terpaksa mengantar anaknya kesekolah, kalau tidak anaknya tidak mau sekolah karena takut,”  ungkap Kepala Desa Simangambat  Tambangan,  Asrin menjawab wartawan, Rabu (18/11).

Dikatakannya, ketakutan warga utamanya anak-anak ini memang beralasan. Walapun tersangka Syahril  sudah ditangkap, namun ada satu orang lagi berinisial AK yang  juga diduga stres karena mengkonsumsi ganja sudah mulai membawa pisau kesana kemari.

Makanya, dia berharap kepada personil Polsek Kotanopan untuk melakukan antisipasi.

Untuk diketahui, M.Yakup alias Dede (6) warga Desa Tambangan Simangambat Kecamatan Tambangan ditemukan warga sudah meninggal dunia akibat kena bacok, Minggu sore (15/11) tak jauh dari perkampungan itu. Sedangkan temannya bernama Mairajo Matondang alias Dava (7) warga desa yang sama ditemukan tak jauh dari lokasi Yakup dalam kondisi kritis.

Keduanya diduga dibacok oleh tersangka Syahril alias Wawa (25), warga setempat yang ditengarai mengalami ganguan jiwa akibat kecanduan mengisap ganja.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar