Home / Seputar Madina / Anatra vs Sepeda Motor, Satu Orang Tewas, 10 Pelajar luka

Anatra vs Sepeda Motor, Satu Orang Tewas, 10 Pelajar luka

SIABU (Mandailing Online) – Belum lama kecelakan Anatra yang ugal-ugalan di jalan raya menewaskan satu penumpang santri Mustofawiyah dua pekan lalu, kini tabrakan maut antara angkutan umum Anatra dengan sepeda motor terjadi lagi. 1 orang meninggal dunia, beberapa abak sekolah luka-luka.

Tabrakan ini terjadi di jalan Lintas Sumatera di Km 22-23 atau titik Desa Lumban Pinasa, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Senin (20/1/2014) sekira pukul 6.45 WIB.

Berdasar keterangan warga setempat, kejadian bermula ketika sepeda motor jenis Revo BB 2725 RK yang dikendarai Desi Paramita Lelambuana beserta ibunya Nurhayati Rambe (56) keluar dari gang Desa Lumban Pinasa hendak menuju ke Padang Sidimpuan.

Tiba-tiba mobil penumpang Anatra BB 1820 RA jurusan Panyabungan-Sihepeng yang dikemudikan oleh Saripuddin Nasution datang dari arah Padang Sidimpuan langsung menabrak sepeda motor ini.

“Kejadiannya sangat cepat,” kata Gultom, warga setempat.

Sepeda motor itu bahkan terseret ke arah kanan badan jalan hingga ke parit. Gultom dan warga langsung memberikan pertolongan kepada korban. Namun, akibat sepeda motor terjepit di badan Anatra tersebut menyebabkan kesulitan memberikan pertolongan.

Di peristiwa ini nyawa Nurhayati Rambe tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara Desi Paramita Lelambuana bersama sekitar 10 orang penumpang Anatra mengalami luka-luka. Korban luka-luka umumnya anak sekolah.

Kasat Lantas Polres Mandailing Natal, AKP M. Pasaribu yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan kecelakaan ini.

Pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memintai keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut sebagai upaya menetapkan tersangka.

“Sampai saat ini kita belum bisa menentukan tersangka dalam kejadian tersebut karena kita masih melakukan olah TKP di lapangan dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar