Home / Berita Sumut / Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

GUNUNG SITOLI-; Sungguh apes nasib Anuari Bu’ulolo (27) alias Anwar, warga Desa Lolowa’u Kecamatan Lolowa’u, Nias Selatan (Nisel). Sudah menolong oknum anggota DPRD Nisel berinisial YN (36), justru balasannya ia dipukul dan dikeroyok YN dan keluarganya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Karet Gunung Sitoli, Rabu (27/10). Tidak terima, Anwar membuat pengaduan ke Polres Nias.

Korban kepada METRO, Kamis (28/10) menerangkan, peristiwa tersebut berawal meninggalnya ayah YN di Medan. Kemudian Kepala Puskesmas Lolomatua meminta korban dan temannya penjemputan jenazah.

“Kami menjemput jenazah ke Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Senin (25/10) dengan menggunakan ambulans. Jenazah tidak langsung dibawa ke Nisel, namun terlebih dahulu disemayamkan di Gunung Sitoli selama dua hari,” ujarnya.

Rabu (27/10) sekira pukul 12.00 WIB, jenazah akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Desa Tumari, Kecamatan Lolomatua, Nisel.

“Tiba-tiba datang salah seorang anggota keluarga anggota dewan sembari berkata, ‘bagaimana jika saudara pindah ke mobil yang lain? Biar ibu saya yang di sini’. Kemudian saya bicara dengan sopir ambulans. Namun saat sedang bicara, tiba-tiba abang YN datang dan memarahi saya sambil mengatakan, ‘kenapa lama kali kamu turun? Apakah yang meninggal itu suami kamu?’ Mendengar itu saya langsung turun dan mendatangi ibu YN untuk menuntunnya ke mobil ambulans,” terang Anuari.

Saat itu korban sempat bertanya kepada ibu YN dengan mengatakan, “Kenapa sikap kalian seperti itu pada kami? Bahkan kami telah bantu untuk antarkan jenazah ke kampung”.

Sesudah ibu YN dinaikkan ke mobil ambulans, dan korban menutup pintu mobil serta melintas di depan mobil dan mendatangi sopir. Namun dari belakang, YN mengikutinya. “Belum sempat saya bicara dengan sopir, YN berkata kepada saya, ‘apa lagi masalahnya?’ Kemudian YN menampar saya,” tutur korban.

Melihat dirinya ditampar, keluarga YN yang lain mendatanginya bersama-sama. Bukannya melerai, justru mereka mengeroyok korban.

“Ada yang memukul, ada yang menendang saya. Ketika ada kesempatan lolos, saya melarikan diri, tapi masih dikejar. Sykurlah saat saya dikeroyok, salah seorang anggota Polantas kebetulan lewat dan menolong saya. Kebetulan lagi, lewat abang saya naik mobil dan melihat saya. Saya lari ke mobilnya dan langsung ke Polres Nias. Pemukulan itu saya perkirakan berlangsung selama 15 menit. Teman saya (sopir, red) yang hendak melerai juga kena pukul dan dipaksa langsung mengantarkan jenazah. Saya harap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan saya,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Nias, AKP E Hulu SH, Kamis (28/10) via telepon membenarkan laporan pengaduan itu sudah ditangani. “Kasus ini memang sudah ada masuk, dan saat ini sedang ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara Ketua KNPI Nias, Dalifati Ziliwu mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Kita harapkan pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini, tanpa ada perbedaan hukum,” ujarnya. (son)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda