Home / Berita Sumut / Anggota DPRD Diancam, Orang Gila pun Dimassa

Anggota DPRD Diancam, Orang Gila pun Dimassa

Isu Penculikan Meluas ke Langkat
Polisi Belum Pernah Terima Pengaduan

MEDAN-Imbuan Kapoldasu Irjend Pol Oegroseno agar masyarakat tidak termakan isu penculikan tak mempan. Bukanya mereda isu penculikan malah melebar ke daerah lain. Bila dua hari lalu masyarakat Deliserdang, Serdang Bedagai dan Simalungun yang termakan isu penculikan, kemarin, isu penculikan melebar ke Kabupaten Langkat.
Kali ini korbannya Wakil Ketua DPRD Langkat Abdul Khair (46). Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengaku resah karena ancaman penculikan terhadap anak kandungnya melalui pesan singkat (SMS) Merasa terancam , Senin (13/12) kemarin, Khair membuat pengaduan ke Polres Langkat.

SMS ancaman didapat Abdul Khair, Jum’at (10/12) sekira pukul 13.00 WIB, ketika dia berada di gedung dewan. “Saya kaget, SMS nya berbunyi ancaman, akan menculik dan membunuh anak saya,” terang Khair ketika dihubungi kemarin.

Penasaran dengan si pengirim SMS, Khair mencoba menghubungi nomor pengirim. Sayangnya, begitu di telpon, nomor tersebut tidak aktif lagi.

Khair mengaku sudah sering mendapat teror lewat SMS ancaman tanpa melibatkan anggota keluarga. “Sering saya dapat terror SMS, ada dua sampai tiga kali, tapi saya anggap biasa, mungkin orang-orang yang tidak senang dengan kinerja atau tingkah saya. Tapi belakangan, malah SMS nya melibatkan anak, makanya saya buat laporan,” ungkap dia.

Khair tidak tahu motif pengirim pesan ancaman tersebut, makanya Khair menyerahkan pengusutan kasus ini kepada Mapolres Langkat. “Saya nggak tahu siapa dan apa motif pengirim pesan itu, kita serahkan ke polisi saja untuk mengusutnya,” tandas anggota dewan dua periode ini.
Kasubag Humas Polres Langkat Iptu J Aruan menegaskan, pihaknya tengah melakukan pengusutan terhadap laporan teror tersebut. “Sudah kita terima laporan dan masih dalam penyelidikan,” kata Iptu J Aruan.

Orang Gila Dicurigai

Sedangkan di Dusun Sirpang Pangalbuan, Nagori Raya Bayu Kecamatan Raya, seorang pria yang tidak memiliki identitas diamuk massa Minggu malam (12/12).

Saksi mata Edwin Purba, Senin (13/12) kemarin menuturkan, pria misterius itu turun dari sebuah bus angkutan umum persis di depan Gereja Katolik di dusun tersebut Minggu malam. Pria tersebut turun dengan melompat saat bus masih melaju. Melihat tindakan tersebut sopir angkutan umum lain yang berada dibelakang angkutan umum yang ditumpangi pelaku merasa curiga dan mencegat pria itu.

Tak berapa lama warga sekitar langsung berkerumun, saat ditanya pria nekat itu menjawab berbelit-belit. Kondisi ini membuat massa emosi karena pria itu tidak bisa menunjukkan identitasnya.

Curiga sebagai kawanan penculik yang isunya tengah marak masyarakat, massa pun langsung menghajar pria tersebut sampai babak belur. Akibatnya, pria yang mengaku dari Kota Cane Aceh Tenggara tersebut mengalami luka di sekujur tubuhnya. Petugas Kepolisian dari polsek Raya yang turun ke lokasi akhirnya mengamankan pria tersebut dan membawanya ke markas Polsek Raya untuk diperiksa. Pria tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dr Djasamen Saragih P Siantar, kemudian diperiksa di Polres Simalungun.

Kapolsek Raya AKP B Simarmata melalui Kanit Reskrim Aiptu T Hutahaean yang dihubungi METRO SIANTAR (grup Sumut Pos) membenarkan kejadian tersebut. “Menurut keterangan dokter di rumah sakit, pria itu mengalami gangguan kejiwaan, karena bertingkah aneh seperti orang gila,” katanya.

Karena tidak ditemukan perbuatan pidana yang dilakukannya, polisi kemungkinan akan melepas lelaki malang tersebut.

Bebas Penculikan

Walau di tingkat akar rumput masyarakat sudah benar-benar termakan isu penculikan anak, ternyata jajaran Polresta Medan belum pernah menerima laporan masyarakat terkait penculikan. Kesimpulan itu diperoleh ketika Sumut Pos bertanya ke sejumlah petugas Mapolsek di jajaran Polresta Medan.

“Bah, sampai sekarang kita belum menerima laporan dari korban penculikan. Kita juga mendengar isu tersebut. Makanya kita terus meningkatkan patroli,” ujar Iptu Parulian Samosir, Kanit Reskrim Polsek Patumbak.
Hal senada dikatakan Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Maringan Simanjuntak. “Sampai saat ini belum ada Mas. Kita hanya meningkatkan patroli,” ujarnya yang tanya koran ini terpisah, kemarin.

Mapolda Sumut juga belum ada menerima pengaduan terkait penculikan. Kendati demikian, Mapolda akan tetap dan terus berupaya menyelidiki penyebar isu penculikan yang telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat tersebut.
Kapoldasu juga telah memerintahkan seluruh jajaran melakukan pencegahan secara dini dan memberdayakan peran polisi desa (police in village). Selain itu, petugas kepolisian juga diminta sekeras mungkin mencegah dan menghindari aksi main hakim sendiri oleh warga.

“Pak Kapolda telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan deteksi dini terhadap isu penculikan ini. Sebab, isu penculikan ini sudah sangat meresahkan dan menimbulkan korban jiwa,” ujar Kasubid Dok Liput Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan semberi mengatakan patroli rutin di lingkungan masyarakat dan kinerja petugas intelijen terus ditingkatkan.

Warga Deli Serdang juga diminta tidak terpancing dengan maraknya isu penculikan. Kapolres Deli Serdang AKBP Pranyoto meminta masyarakat tidak main hakim sendiri. “Korban sudah banyak. Tolong hentikan main hakim sendiri. Kalau ditemukan orang mencurigakan silakan lapor kepada polisi,” pintanya.

Polres Deli Serdang tetap melakukan peningkatan keamanan di desa-desa bekerjasama dengan Muspika dan pemerintah desa serta Polisi Masyarakat (Polmas), sesuai program Kapolda Sumatera Utara.

Dia menegaskan, kasus pencobaan penculikan di Desa Sugiharjo Kecamatan Batang Kuis beberapa waktu lalu, tidak ada kaitannya dengan penculikan yang saat ini santer beredar. Namun Pranyoto tidak dapat memaparkan motif dibalik tindak percobaan penculikan tersebut. Begitu juga halnya dengan peristiwa pengeroyokan Sugiono, warga Kisaran di Talun Kenas, Kecamatan STM Hilir, Minggu (12/12).

“Peristiwa yang dialami Sugiono itu, merupakan dampak dari isu ini. Sebab, korban tidak dapat memperlihatkan identitasnya kepada warga, wajahnya juga tampak ketakutan, sehingga memancing kecurigaan warga setempat, maka saya mengimbau agar warga jangan terprovokasi dengan isu yang dilemparkan orang tidak bertanggungjawab itu,” tambahnya.

Lapor ke Kepling

Wali Kota Medan Rahudman Harahap, menyesalkan tindakan menyebar isu penculikan akhir-akhir ini. Rahudman meminta masyarakat untuk tidak meneruskan SMS tersebut dan tidak cepat percaya apalagi resah karenanya. “Bila menemukan isu tersebut baik melalui pembicaraan maupun teror SMS, segera melapor ke Kepling, Lurah atau Camat dan pihak yang berwajib,” tegas Rahudman.

Wali Kota mengimbau para jajaran Kepling, Lurah dan Camat agar tanggap terhadap hal-hal yang sedemikian. “Jangan sampai hal-hal seperti ini, membuat masyarakat makin resah,” katanya.

Sikap dan tindakan tegas dalam memberi pemahaman terhadap warga Medan, juga merupakan upaya tetap menjaga kekondusifan Medan dalam menyambut pergantian tahun 2010 ke 2011. “Kita selalu ingin kondisi yang kondusif, terutama dalam menyambut pergantian tahun ini. Kita juga berharap semuanya berlangsung aman tanpa ada kendala dan kejadian apa pun juga,” tuturnya.(ndi/ari/mag-1/hot/smg)
Sumber : Sumut Pos

Comments

Komentar Anda