Home / Berita Sumut / Antinarkoba kurikulum di 5 PT Sumut

Antinarkoba kurikulum di 5 PT Sumut

MEDAN, (MO) – Materi tentang pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi kurikulum pendidikan di lima perguruan tinggi (PT) baik negeri dan swasta di Sumatera Utara.

Direktur Pusat Informasi Masyarakat Antinarkoba Sumut, Zulkarnain Nasutinon di Medan, mengatakan, kelima perguruan tinggi itu adalah USU, IAIN Sumatera Utara, Universitas Santo Thomas, Universitas Tjut Nyak Dien, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Di USU, kurikulum tentang bahaya narkoba itu diajarkan di Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Jurusan Psikologi Orang Dewasa Fakultas Psikologi.

Di IAIN Sumatera Utara, materi tersebut diajarkan di Faklutas Dakwah dan Fakultas Hukum Universitas Santo Thomas. Kemudian, di Fakultas Hukum Universitas Tjut Nyak Dien, dan Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UMSU. “Program itu sudah berlangsung empat tahun,” katanya, hari ini.

Ia menjelaskan, untuk memperkuat pengetahuan mahasiswa, pola pendidikan yang dijalankan tidak selalu dalam kelas, melainkan kunjungan ke berbagai institusi dan lokasi yang dapat menambah wawasan mahasiswa.

Ia mencontohkan, kunjungan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk mengetahui kinerja kepolisian dalam pemberantasan narkoba serta akibat hukum yang dialami pengguna dan pengedar barang terlarang itu.

Demikian juga kunjungan Panti Rehabilitasi Narkoba di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang guna mengetahui akibat dan pengaruh bagi masyarakat yang mengonsumsi narkoba.

Dari pemantauan selama ini, mahasiswa lima perguruan tinggi tersebut sangat antusias dalam mengikuti perkuliahan tentang narkoba. “Buktinya, kelas perkuliahannya selalu penuh,” kata Zulkarnain yang menjadi salah satu pengajar perkuliahan itu.

Ia mengatakan, penerapan kurikulum antinarkoba tersebut bertujuan agar mahasiswa yang menjadi generasi penerus dapat mengatahui secara keseluruhan tentang bahaya dan upaya pemberantasan narkoba. Selain itu, mahasiswa yang nantinya akan berkiprah di tengah masyarakat mampu memberikan informasi yang benar tentang bahaya obat terlarang itu. Program itu juga untuk mendukung upaya pemerintah guna mewujudkan Indonesia bersih narkoba pada tahun 2015, katanya.(ant)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar