Home / Seputar Tapsel / Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

P Sidimpuan, – Kota Padangsidimpuan akan mendatangkan hewan ternak untuk kebutuhan warga saat hari Raya Idul Adha 1434 H. Soalnya, sesuai data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, untuk tahun 2013 tercatat jumlah sapi ternak warga yang ada di Padangsidimpuan hanya 966 ekor.
Kepala BPS Kota Padangsidimpuan melalui Kasi IPDS, Joel Roy Peranginangin mengatakan populasi sapi itu banyak di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Populasi tersebut meningkat 11,42% dari dari tahun 2011.

Sedangkan persebaran sapi tiap kecamatan meliputi, Padangsidipuan Tenggara 559 ekor, Padangsidimpuan Selatan 241 ekor, Padangsidipuan Batu Nadua 97 ekor, Padangsidimpuan Utara 25 ekor, Padangsidimpuan Hutaimbaru 30 ekor dan Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu 14 ekor.

Joel menjelaskan, kurangnya pasokan sapi tersebut disebabkan beberapa faktor, di antaranya kurangnya lahan untuk beternak sapi, makin sedikitnya peternak sapi. Kemudian kurangnya perhatian dan penyuluhan kepada peternak, serta program swasembada sapi lebih difokuskan ke kabupaten yang lahannya luas.

Mengantisipasi kekurangan kebutuhan sapi, warga Padangsidimpuan tiap tahunnya terkhusus mendekati hari raya Idul Ad’ha mengimpor sapi dari Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan saat ini sudah ada 50 ekor yang masuk. “Kalau mendekati hari raya, sapi masuk dari kabupaten lain seperti dari Paluta dan Madina, kemarin saja sudah ada 50 ekor yang datang,” jelasnya.

Ahmadi, seorang peternak sapi di Desa Pulau Bauk, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, yang dijumpai di kandang sapinya mengatakan saat ini dirinya memiliki 10 ekor sapi siap potong yang sudah dipesan. Jika ketersedian sapinya tidak mencukupi, Ahmadi akan memesan ke peternak di Kabupaten Paluta.

Untuk terus mengembangkan ternak sapinya, Ahmadi mengaku terkendala soal lahan dan pakan yang semakin menipis. Sebab sebagian lahan untuk pakan sapi sudah ditanami karet dan komoditas lainnya sehingga produksi sapinya terbatas.

Dia berharap pemerintah dalam menjalankan program Swasembada Sapi memberi penyuluhan dan modal termasuk bantuan anak sapi kepada para peternak sapi di Kota Padangsidimpuan. Agar ke depan populasi tidak menurun dan makin mengimpor sapi dari daerah lain.

Hal senada juga diungkapkan, Dian, salah seorang pekerja ternak sapi di Jalan St M Arif Kota Padangsidimpuan. Peternakan usahanya juga mulai terkendala lahan, sebab lahan selama ini untuk sapi mencari makan sudah dijadikan kebun warga di Bukit Simar sayang. “Ngak bisa ke luar lagi lembunya, karena semua sudah jadi kebun warga. (MB)

Comments

Komentar Anda

2 comments

Silahkan Anda Beri Komentar