Home / Seputar Madina / Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris


MEDAN:
Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kaget terkait informasi yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika provinsi itu termasuk kantong jaringan terorisme.

“Saya kaget dengan statemen itu,” katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu, 30 Juli 2011.

Menurut Gatot, berdasarkan pemantauan dan penilaian selama ini, pihaknya tidak melihat indikasi adanya jaringan terorisme di Sumut.

Bahkan, meski Sumut sangat beragam dengan multietnis dan multiagama, tetapi indikasi adanya gerakan sempalan atau pelaku teror juga tidak terlihat.

Pihaknya juga tidak melihat indikasi jaringan terorisme tersebut meski ada penggerebekan kelompok bersenjata beberapa bulan lalu di kawasan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.

Apalagi dengan adanya keterangan dari Kapolda Sumut sebelumnya Irjen Pol Oegroseno jika kelompok bersenjata di Dolok Masihul tersebut bukan jaringan teroris.

“Kelompok di Dolok Masihul bukan teroris seperti kata Kapolda (Sumut) yang lalu (Oegroseno),” katanya.

Karena itu, pihaknya merasa kaget atas pernyataan yang dikeluarkan BNPT tersebut.

Namun, kata Gatot, pernyataan BNPT tersebut menjadi “warning” (peringatan) bagi masyarakat, khususnya Pemprov Sumut.

Pihaknya akan mengkaji pernyataan itu melalui Lembaga Kewaspadaan Dini yang dipimpin mantan Ketua DPRD Sumut Brigjen. (Purn) Moediono.

“Agar benar-benar tidak terjadi, (pernyataan) itu akan kita kaji,” katanya.

Cara lain yang perlu dilakukan adalah penggiatan kembali upaya penanaman dan sosialisasi empat pilar utama dalam berbangsa dan bernegara.

“Itu nilai yang harus kembali ditanamkan,” kata Gatot.

Sebelumnya, Ketua BNPT Ansyaad Mbai menyatakan, sebanyak 14 provinsi di Indonesia teridentifikasi sebagai kantong penyebaran ideologi terorisme.

“Pemetaan tersebut diperoleh berdasarkan pantauan yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir,” katanya di Jakarta, Senin (25/7).

Ke-14 daerah itu adalah Aceh, Sumut, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogjakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur.(an)
Sumber : eksposnews.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar