Home / Seputar Madina / Bahaya Mercuri Limbah Galundung

Bahaya Mercuri Limbah Galundung

PANYABUNGAN (Mandaling Online) – Bahaya mercuri dari limbah gelondong batu emas (Galundung) sangat luar biasa terhadap manusia. Pemerintah Mandailing Natal harus melakukan langkah-langkah cepat terhadap unit-unit gelondong batu emas di kawasan pemukiman.

“Lingkungan yang terkontaminasi oleh merkuri dapat membahayakan kehidupan manusia karena adanya rantai makanan. Merkuri terakumulasi dalam mikro-organisme yang hidup di air sungai dan tambak melalui proses metabolisme,” ungkap pengamat Madina, Sutan Mangkutur Nasution kepada wartawan, Kamis (13/6/2013).

Bahan-bahan yang mengandung merkuri yang terbuang ke dalam sungai, dimakan oleh mikro-organisme tersebut dan secara kimiawi terubah menjadi senyawa metil-merkuri. Mikro-organisme dimakan ikan sehingga metil merkuri terakumulasi dalam jaringan tubuh ikan. Ikan kecil menjadi rantai makanan ikan besar dan akhirnya dikonsumsi oleh manusia.

Berdasar penelitian ditemukan bahwa penduduk di sekitar kawasan Teluk Minamata, Jepang mengalami cacat seumur hidup, gejala keanehan mental dan cacat syaraf mulai tampak terutama pada anak-anak, dan korban meninggal dunia lebih kurang 100 orang pada tahun 1953 sampai 1960 setelah mengkonsumsi ikan yang mengandung merkuri.

Merkuri adalah suatu senyawa kimiawi toksik yang menjadi perhatian global karena menimbulkan bahaya yang signifikan terhadap kesehatan manusia, satwa dan ekosistem. Ketika dilepas ke lingkungan, merkuri bergerak mengikuti aliran udara dan jatuh kembali ke bumi. Merkuri dapat meresap melalui tanah lalu bergerak ke saluran-saluran, sungai-sungai.

Sutan menyatakan, ketika memasuki lingkungan akuatik, merkuri dapat ditransformasi oleh mikro-organisma menjadi senyawa yang lebih toksik, metil merkuri. Dalam bentuk metil merkuri, merkuri memasuki rantai makanan, terakumulasi dan terkonsentrasikan, dimulai dari organisme akuatik termasuk ikan dan kerang, lalu pada burung, mamalia, dan manusia yang berada di ujung akhir rantai makanan.

Merkuri, terutama dalam bentuk metil merkuri, sangat beracun untuk manusia. Embrio manusia, janin, balita, dan anak-anak sangat rentan karena merkuri mengganggu perkembangan syaraf. Ketika seorang ibu hamil atau seorang wanita dalam usia produktif memakan makanan yang terkontaminasi dengan metil merkuri, zat beracun mengalir melalui plasenta dan terpapar ke janin.

Diungkapkannya, studi menunjukkan bahwa konsentrasi metil merkuri dalam janin lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalam tubuh sang ibu. Merkuri juga terdapat di dalam air susu ibu (ASI) yang akan dikonsumsi oleh balita pada awal pertumbuhan 2 tahun pertama mereka.

Anak-anak yang memakan makanan yang terkontaminasi merkuri pada tahun-tahun pertama juga akan terpengaruh. Merkuri mempengaruhi dan merugikan perkembangan otak serta perkembangan system syaraf anak. Merkuri dapat mengurangi kemampuan kognitif dan berpikir, memori, perhatian, penguasaan bahasa, keterampilan motorik halus dan keterampilan ruang visual.

Peliput : Rahmat
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

6 comments

  1. Berapa lama Galundung telah beroperasi?
    Berapa banyak Galundung yang sudah beroperasi bahkan sampai disekitar wilayah Pemukiman di Panyabungan?

    Tapi kenapa baru sekarang ada pembahasan tentang Mercuri?
    Emangnya sebelum hari ini Galundung itu pake apa kalau nggak Mercuri?

  2. Marisson silalahi

    Mercuri itu tidak berbahaya bagi warga mandailing natal dan buktinya masih keadaan sehat semua, jika mercuri itu berbahaya bagi masyarakat itu sudah cepat di hentikan dan sampai sekarang belum ada tindakan dah bahkan puluhan tahun sudah mengkomsumsi mercuri di mandailing natal. Mulai dari pejabat tinggi mandailing natal sampai aparat desa sudah mengetahui adanya gelundung dan bahkan mereka mempunyai gelundung serta pemakaian mercuri yang berlebihan tetapi semua pada sehat semua. Pesan saya kalau terjadi suatu penyakit dan bahkan menimbulkan kematian itu bukan akibat penggunaan mercuri melainkan suatu penyakit musiman saja karna mercuri tidak berbahaya bagi warga mandailing natal.

Silahkan Anda Beri Komentar