Home / Seputar Madina / Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

Rizky Halomoan Lubis di pangku ibunya

 

PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) : Bayi penderita jantung bocor sejak lahir membutuhkan bantuan biaya operasi di rumah sakit.

Bayi itu bernama M. Rizky Halomoan Lubis (1,8 tahun) anak dari pasangan Napjali Lubis dengan Nuriah Siregar warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Madina.

Kondisi keluarga ekonomi yang sangat terbatas menyebabkan kendala untuk mengobati Rizky di rumah sakit.

Pihak RSU Panyabungan telah melakukan diagnosa terhadap Rizky dan merujuknya ke rumah sakit yang memiliki peralatan cukup di Medan.

Orangtua Risky tak mampu membawanya ke Medan karena ketiadaan dana. Napjali hanya tukang jahit yang berpenghasilan pas-pasan.

Nuriah Siregar kepada wartawan, Selasa (14/11/2017)  dIbunda dari M. Rizky Halomoan kepada wartawan, Selasa (14/11) di salah satu warung yang ada di sekitar Dinas Kependudukan Kabupaten Mandailing Natal ketika hendak mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Nuraimah menerangkan bahwa saat kumat,  anaknya menjerit menahankan sakitnya, bibir biru, serta muka pucat dan detak jantungnya semakin kencang.

“Saat seperti itu saya tidak dapat berbuat apa-apa selain menangis melihatnya menahankan sakit,” katanya.

Dia dan suaminya sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan sehingga mereka dapat membawa anaknya berobat ke rumah sakit yang lebih layak.

“Memang sekarang ini ada program Kartu Indonesia Sekat (KIS), tapi kami tidak dapat. Kalau mengurus BPJS rasanya untuk membayar iurannya saja kami tidak sanggup karena pendapatan keluarga kami jauh dibawah kebutuhan rumah tangga,” katanya.

“Bagaimanalah kami membawa anak kami ini untuk berobat sementara BJS kami tidak ada,” kata Nuriah Siregar kepada wartawan, Selasa (14/11/2017) di halaman Dinas Kependudukan Madina saat hendak menurus KTP.

Ibu dua anak ini menyatakan hanya mampu membawa anaknya ke RSU Panyabungan. Namun, pihak dokter merujuk ke rumah sakit di Medan.

Penghasilan suaminya hanya sekitar Rp 50.000 sehari.

“Untuk itu kiranya kami sangat mengharapkan ada orang yang peduli terhadap anak saya yang menderita jantung bocor agar penyakit yang dideritanya dapat sembuh,” ujarnya.

“Kalau ada harta yang bisa dijual memang sudah kami jual demi untuk biaya perobatan anak saya ini, namun apa yang hendak dijual, rumah saja masih menumpang di rumah orang,” katanya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar