Home / Seputar Madina / Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

Rizky digendong ayahnya minta sumbangan warga

Rizky digendong ayahnya minta sumbangan warga

SIABU (Mandailing Online)Saiman Nasution, ayah kandung Rizky Wasiah, bayi kaluar usus harus keliling kampung meminta belas kasihan warga untuk biaya operasi Rizky.

Keliling dari rumah ke rumah warga ini terpaksa dilakukannya demi menyelamatkan anaknya, meski cara seperti ini sangat bertolakbelakang dengan sanubarinya.

Bayi umur 10 bulan penduduk Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ini mengalami usus keluar dari perut sejak lahir.

Saiman telah membawa Rizky ke RSU Pringadi Medan, tetapi tak semua biaya item-item operasi yang dapat dibiayai oleh BPJS. Kondisi itu menyebabkan Saiman tak mampu melanjutkan operasi. Ditambah lagi Saiman tak memiliki uang untuk biaya hidup selama mendampingi anaknya di Medan.

“Ongkos ke Medan saja kami tak punya,” kata pria yang hanya mengandalkan pendapatn dari mengarap sawah orang ini.

Belum adanya bantuan dari dermawan maupun Pemkab Mandailing Natal, meneyebabkan Saiman haru rela hati keliling kampung dari rumah ke rumah warga minta sumbangan bantuan, sejak Selasa (19/1).

Dengan menggendong Rizky, Saiman berkeliling mendatangi rumah warga di luar desanya. Maklum warga di sekitar tempat tinggal Saiman juga hidup dalam kondisi kurang mampu.

Disetiap tempat yang didatanginya, Saiman selalu memperlihatkan foto Rizky yang mengalami kelainan usus tersebut. Wargapun terlihat iba dengan nasib yang menimpa Rizky dan memberikan bantuan seikhlasnya untuk biaya penyembuhan anaknya.

Berbagai upaya untuk mendapatkan biaya pengobatan anaknya memang telah dilakukan Saiman, termasuk meminta bantuan kepada pemerintah. Namun hingga kini belum ada bantuan yang ia terima.

Dikatakannya, Rizky harus segera dioperasi agar kondisinya tak semakin memburuk. Seyogiyanya balita ini harus menjalani operasi pada bulan Nopember lalu, namun akibat ketiadaan biaya operasipun tertunda dilakukan tim dokter RSU Pringadi.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar