Home / Berita Sumut / Banyak desa di Sumut tak dapat listrik

Banyak desa di Sumut tak dapat listrik

MEDAN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara menyatakan banyak desa di provinsi itu yang belum menikmati layanan listrik yang disediakan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hal Itu disampaikan beberapa anggota Komisi D DPRD Sumut dalam rapat dengar pendapat di Medan, yang dihadiri Direktur Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang, Direktur Operasi Indonesia Barat Harry Jaya Pahlawan, Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggang Indonesia Barat PLN Karel Sampe Payung, dan GM PLN Wilayah Sumut Krisna Simbaputra.

Anggota DPRD Sumut dari Farksi Partai Demokrat Guntur Manurung mengatakan, banyaknya desa yang belum menikmati listrik ditemukannya langsung ketika melakukan reses di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Ketika melakukan dialog dalam reses yang dilakukan pada awal Februari itu, ada warga dari beberapa desa yang sangat mengharapkan kehadiran listrik di desanya.

“Sekian puluh tahun merdeka tetapi tidak pernah melihat lampu di malam hari,” katanya.

Ia mengatakan, setelah diteliti lebih jauh, beberapa desa di Kecamatan Kutalimbaru tersebut masuk dalam wewenang PLN Rayon Binjai Timur.

Pihaknya mengaku heran dengan kinerja PLN karena masih banyak desa di kecamatan yang tidak terlalu jauh dari Kota Medan yang belum mendapatkan layanan listrik.

“Lalu, dimana program satu juta sambungan selama ini,” katanya.

Pernyataan serupa juga disampaikan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amsal Nasution juga menemukan desa yang belum menikmati listrik di Kabupaten Mandailing Natal.

“Namanya Desa Pardamean Baru di (Kecamatan) Natal. Akhirnya mereka terisolir,” katanya.

Ketika melakukan reses ke Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Amsal juga mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat yang sering mengalami pemadaman listrik.

Bagi yang telah menerima listrik pun, tidak dapat menikmatinya dengan baik karena arus yang sampaikan ke daerah itu sangat lemah.

“Mereka baru bisa menonton televisi kalau sudah lewat jam 10 malam,” katanya.

Pendapat yang hampir serupa juga disampaikan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menerima keluhan masyarakat tentang seringnya pemadaman listrik ketika reses di Langkat.

“Anehnya, pada siang hari pun mati lampu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggang Indonesia Barat PLN Karel Sampe Payung menginstruksi PLN Wilayah Sumut untuk mempelajari kemungkinan memasukkan listrik ke desa-desa tersebut.

Untuk daerah Natal yang berada sekitar 500 Km dari Kota Medan akan diupayakan gardu induk agar arus listrik yang didistribusikan cukup kuat. Pihaknya mengaku ada sejumlah gardu induk yang berada cukup jauh dari pemukiman masyarakat, bahkan hingga 100 km.

“Makanya daya yang sampai sangat sedikit,” katanya.(waspada)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar