Home / Seputar Tapsel / Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

Bupati : Mari Tanam Serentak
TAPSEL-Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengajak seluruh petani sawah untuk kembali menerapkan pola tanam serentak. Dengan sistem ini dapat meningkatkan hasil panen dan menghindarkan tanaman padi dari serangan hama.

“Musuh utama petani di Batang Angkola ini adalah hama tikus. Minimal sekali dua minggu masyarakat bergotong-royong memburu tikus. Tapi yakinlah, dengan pola tanam serentak ini, nantinya hama tikus maupun wereng akan lebih mudah dibasmi,” ujar Bupati saat panen raya di areal persawahan masyarakat Desa Tatengger Simaninggir, Kecamatan Batang Angkola, Senin (26/9 siang kemarin.
Bupati mengaku bangga atas panen raya petani tersebut, karena sawah milik Marapili Simatupang yang dijadikan percontohan khusus oleh salah satu perusahaan obat-obatan tanaman padi bisa menghasilkan 7,5 ton Gabah Kering Padi (GKP) dari areal seluas 1 hektar.
“Ini pencapaian tertinggi di Tapsel, karena sebelumnya sekitar 6,5 ton. Saya harap program ini diterapkan ke seluruh sawah milik petani kita. Petani dan PPL tidak perlu lagi studi banding ke luar daerah, cukup ke Batang Angkola,” ujar Bupati.
Bupati pada kesempatan tersebut menjelaskan, visi pencalonannya bersama Wakil Bupati, H Aldinz Rapolo Siregar pada pemilukada lalu salah satunya adalah ‘Menjadikan petani Tapsel menjadi tuan di tanah sendiri,’. Jadi, kepemimpinan Tapsel sekarang sangat memprioritaskan pertanian.
Sementara Camat Batang Angkola, Ali Akbar Hutasuhut melaporkan, di kecamatan itu terdapat 2.689 hektar sawah. Di mana, pada musim panen ini mampu menghasilkan 140.372.000 kg atau 140,373 ton gabah kering padi dan jika diolah menjadi beras mencapai 76,818 ton beras.
Adapun jumlah penduduk Kecamatan Batang Angkola sesuai pendataan tahun 2011, sebanyak 40.317 jiwa, sedangkan kebutuhan beras bagi seluruh penduduk di tiap musim panen sebanyak 6.672.463 kg (6,673 ton).
“Musim panen ini, Kecamatan Batang Angkola mengalami surplus beras 70,146 ton atau sekitar 91,31 persen dari hasil panen. Cara menghitungnya, hasil panen 76,818 ton beras dikurang kebutuhan masyarakat 6,673 ton,” sebut Camat.
Kepada Bupati, Camat menyampaikan, daerahnya merupakan salah satu lumbung beras di Tapsel dan bahkan di Sumut, sehingga masyarakat sangat mengharap pemenuhan kebutuhan pertanian, baik fisik maupun non fisik dari pemerintah.
Menjawab harapan petani tersebut, Bupati menyampaikan bahwa titik-titik sentral pertanian tetap menjadi sasaran utama pembangunan daerah, seperti irigasi bagi pemenuhuan kebutuhan air sawah, Jalan Usaha Tani (JUT), bimbingan PPL bagi pola bercocok tanam yang baik dan benar, serta upaya-upaya yang bisa menghindarkan petani dari cengkraman tengkulak.
Turut hadir dan melakukan panen perdana yaitu Ketua TP PKK, Hj Syaufia Llina Syahrul M Pasaribu, Plt Sekdakab, Aswin Efendi Siregar, mewakili Ketua DPRD Tapsel yaitu Asgul Idihan Dalimunthe, Kabag Humas, Ahmad Fauzi Ritonga, pimpinan SKPD, muspida Plus, tokoh masyarakat, kelompok tani dan lainnya. (neo/mer)

Sumber: metrotabagsel

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar