Home / Seputar Madina / Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI).

Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina.

Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di Panyabungan mengungkapkan berdasar informasi dikumpulkan Batang Pungkut Gren Concervation menyimpulkan fakta-fakta bahwa selama ini USAID telah mengucurkan dana sebesar 20 juta US dollar kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina.

“Namun menurut penelusuran kita, diduga dana ini tidak jelas penggunaanya. Artinya, program peningkatan perekonomian rakyat ini diduga dijadikan CI untuk mendapatkan dana tersebut, namun realisasinya tidak ada di Madina,” sebutnya.

CI sepertinya menggunakan isu konservasi di Madina untuk mendapatkan dana tersebut. Keberadaan CI selama ini di Madina hanya sebatas melakukan kegiatan workshop yang tidak jelas programnya.

“Jadi alangkah naifnya kalau isu konservasi di Madina dijadikan alat untuk mendapatkan dana, padahal kegiatan yang dilakukan sepertinya tidak ada. Program yang dilakukan selama ini tidak jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Berdasar penelusuran BPGC, penggunaan dana $20 juta itu ada beberapa item, mulai dari kajian lingkungan hidup strategis atau tata ruang Madina, peningkatan perekonomian rakyat Madina, kerja sama dengan perusahaan untuk menekan emisi gas serta kerja sama dengan lembaga lokal dalam upaya konservasi.

“Jadi kita berharap kepada CI jangan menjadikan Madina sebagai “ladang” untuk mencari dana guna kepentingan perorangan atau kelompok,” tegasnya.

Syafruddin juga berharap kepada Pemkab Madina jangan hanya puas dengan mendapatkan nasi bungkus dan uang transport dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan CI.

“Seharusnya keberadaan CI di Madina mempunyai program yang jelas, bukan hanya sekedar mendata dan kegiatan seminar atau workshop semata,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar