Home / Berita Sumut / Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

TAPTENG, – Pihak perusahaan pengolahan tepung ikan PT Toba Surimi hingga kini tak juga memperbaiki sistim pengolahan limbahnya. Alhasil, bau busuk pun terus tercium baik lewat udara maupun air.

Hal ini tentu saja membuat warga di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Tapteng, berang. Warga pun kemudian bertindak dengan menutup parit yang diduga menjadi aliran limbah perusaaan tersebut dengan karung plastik.

“Penutupan parit itu dilakukan warga dengan spontan. Karena limbah yang baunya sangat busuk itu sangat menggangu kami warga sekitar aliran limbah. Hal ini juga kami lakukan karena pihak perusahaan tak kunjung memperbaiki sistim pengolahan limbahnya,“ ungkap Boyman Hutahean (38), salah seorang warga setempat, Senin (12/8).

Boyman yang didampingi beberapa ibu rumah tangga warga Lingkungan VII menambahkan, menutup akses aliran parit itu merupakan langkah terakhir yang dapat dilakukan oleh warga. Karena sudah hampir setiap hari mereka mendatangi pihak perusahaan untuk meminta agar limbah PT Toba Surimi itu dapat segera diatasi. Namun permintaan warga tidak diindahkan.

“Mereka hanya memberikan janji-janji kepada warga. Tapi hingga saat ini janji tersebut tak kunjung terealisasi. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terpaksa kami menutup parit ini. Meski tak bisa menghilangkan bau busuk tersebut, paling tidak baunya sedikit berkurang,” aku Boyman.

Hal senada juga dikatakan M Sihombing (45), juga warga sekitar. Bahkan dikatakannya, saat malam hari, dimana warga sedang istirahat, bau busuk limbah itu tetap tercium.

“Kami sangat berharap khususnya dinas yang terkait dapat memperhatikan permasalahan ini dan dapat dengan cepat menyelesaikannya. Kami bukan menuntut agar perusahaan ini ditutup, tapi tolonglah diperhatikan dalam pengolahan limbahnya agar warga juga dapat merasa nyaman tinggal di kawasan ini,” timpal Saut Situmeang.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga Henry Batubara yang dikonfirmasi terkait keluhan warga, mengatakan bahwa PT Toba Surimi telah melanggar proposal usulan permohonan meminta lahan usaha di kawasan PPN Sibolga.

“Sebelumnya pihak perusahaan mengajukan proposal permohonan lahan membangun usaha pengolahan ikan seperti pengalengan. Tapi kenyataannya, pihak perusahaan tidak melakukan pengolahan seperti usulan proposal, malah melakukan pengolahan tepung ikan,“ tegasnya.

Henry mengaku, dia sudah sering memberikan teguran kepada pihak perusahaan yang beroperasi di kawasan PPN Sibolga itu. “Kita juga sudah ultimatum, apabila pada tahun 2014 tidak dilaksanakan juga sesuai usulan permohonan meminta lahan, kita akan melakukan tinjauan kembali. Dan bisa saja akan dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak,” tandasnya. (metro)

Comments

Komentar Anda

3 comments

  1. Cari solusi,sama tokoh agama,pemuda,pemerintah.agar rakyat tak jd korban.ke sewenawena mrka

Silahkan Anda Beri Komentar