Home / Seputar Madina / Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

 

Oposisi Jangan Mencari Kelemahan, Tapi  Ikut Berperan

 

Panyabungan (MO)– Pemkab Madina perlu mendorong rangsangan mengalirnya arus investasi sektor swasta ke Madina. Disamping itu, juga perlu upaya merangsang meningkatkanya skil dan kemampuan penduduk usia kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan, kaitannya dengan strategi perluasan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif.

Menarik investor baru ke Madina merupakan strategi jangka panjang, karena hasilnya tak bisa dinikmati rakyat satu dua tahun ini. Menarik investor memerlukan rangkaian lobi dan perangkat promosi, relugasi, pembenahan birokrasi, infrastruktur, stabilitas politik, keamanan dan  kepastian hukum.

Karena bersifat jangka panjang, pihak oposisi pasti memanfaatkan kondisi rentang waktu itu menyerang pemerintahan Hidayat-Dahlan. Pihak oposisi dihimbau tidak memanfaatkan kondisi itu untuk kepentingan kelompok, melainkan harus ikut menyumbangkan tenaga dan fikiran bagi perluasan lapangan kerja untuk rakyat Madina.

Anggota DPRD Madina, Binsar Nasution kepada Mandailing Online, kemarin, menyatakan bahwa upaya menarik investor ke Madina dan merangsang peningkatan skill penduduk usia kerja perlu diterobos Pemkab Madina sebagai salah satu strategi bagi penajaman perluasan lapangan kerja baru sesuai dengan visi misi Hidayat-Dahlan.

“Memang di sisi anggaran, startegi bagi perluasan lapangan kerja itu sudah dimulai pemkab di pos-pos anggaran APBD Madina tahun 2012. Di draf RAPBD, semangat itu diperlihatkan bupati, dimana komposisi perimbangan belanja rutin dan belanja publik diupayakan setara. Hanya saja, karena belanja pegawai terlalu banyak menyebabkan kondisinya tak balans,” sebut Binsar.

Menurutnya, jika APBD tidak terharap, Pemkab perlu mencari sumber lain di luar APBD, semisal dana perbantuan pusat. Kemudian meningkatkan sektor swasta dengan merangsang investasi dan kebijakan meningkatkan skill penduduk usia produktif sesuai dengan standar yang diperlukan.

“Contohnya, saat ini ada PT. Sorikmas Mining dan Geotermal yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Pemkab harus mendorong meningkatknya skill  putra-putri daerah agar mudah masuk ke bursa tenaga kerja perusahaan besar tersebut. Ini bersifat jangka pendek” jelas Binsar.

Sementara menarik investor baru ke Madina merupakan strategi jangka panjang, karena hasilnya tak bisa dinikmati rakyat satu dua tahun ini. Menarik investor memerlukan rangkaian lobi dan perangkat promosi, relugasi, pembenahan birokrasi, infrastruktur, stabilitas politik, keamanan dan  kepastian hukum. (dab)

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar