Home / Artikel / BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

Oleh: Edi Nasution

11. Alaman Bolak (Alaman Silangse Utang) melambangkan wewenang dan kekuasaan Raja.
Makna: Kalau terjadi perkelaian misalnya dan salah seorang diantaranya berlari ke Alaman Bolak yang terdapat di depan Bagas Godang (Istana Raja), maka orang tersebut tidak boleh diganggu oleh siapapun. Kalau ada orang lain yang mengganggu, maka yang menjadi lawannya adalah semua warga huta.

12. Bulan melambangkan pelita hidup.
Makna: Bulan yang bersinar pada malam hari dapat menerangi mata hati segenap warga huta, itu akan membawa mereka menuju taraf hidup yang lebih baik yaitu keberuntungan, kemuliaan dan kesejahteraan.

13. Mataniari melambangkan Raja yang adil dan bijaksana.
Makna: Seorang Raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana akan membuat segenap warga huta merasa bahagia. Raja harus menjadi pelindung rakyatnya dalam segala hal, baik dalam adat maupun menyangkut kehidupan sehari-hari. Sikap Raja yang demikian disebut marsomba di balian marsomba di bagasan.

14. Gimbang melambangkan tingkat kepedulian sosial Raja yang tinggi.
Makna: Kepemilikan Raja atas sawah yang cukup luas dan persediaan bahan makanan (padi) yang cukup itu menjadi parsalian (tempat memohon bantuan) bagi setiap warga huta yang kekurangan bahan makanan.

15. Takar melambangkan keadilan sosial-ekonomi bagi setiap orang.
Makna: Setiap warga huta yang sedang mengalami kesusahan baik masalah makanan maupun hal-hal lainnya dapat meminta bantuan Raja. Demikian pula setiap orang wajib menolong orang lain yang kesusahan, baik pertolongan moril maupun materil.

16. Lading / Upak melambangkan kesiap-siagaan.
Makna: Benda tajam ini cukup penting dalam berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari. Selain itu juga dapat berguna sebagai senjata ketika pergi ke tengah hutan untuk berburu atau untuk kepentingan lainnya. (penulis adalah Enomusikolog)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar