Home / Seputar Madina / Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

Diskusi adat budaya di Sopo Godang Hutasiantar, Rabu malam (27/12/2017)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diskusi tentang adat dan budaya Mandailing dilangsungkan di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (27/12/2017).

Hadir dua budayawan Mandailing, yakni Bakhsan Parinduri dan Askolani Nasution serta Patuan Mandailing Hutasiantar. Hadir juga anggota DPRD Madina, Ludfan Nasution, sejumlah tokoh adat dari Hutasiantar serta Pimpinan Kampeng Kaos Madina Sobir Lubis sebagai penggagas diskusi ini.

Diskusi itu mengurai kembali keaslian segmen-segmen adat dan budaya Mandailing untuk dibakukan dalam bentuk dokumen tertulis maupun bentuk audio visual.

“Sehingga kelak, generasi penerus sudah memiliki pegangan baku tentang adat dan budaya Mandailing yang sebenarnya, tidak lagi simapangsiur seperti selama ini,” kata Sobir Lubis kepada Mandailing Online usai kegiatan diskusi.

Banyak segmen adat maupun budaya Mandailing yang diketengahkan oleh Bakhsan Parinduri, Askolani Nasution dan Patuan Mandailing di forum diskusi itu.

Tarian Tortor misalanya, di forum diskusi itu diurai bagaimana sebenarnya esensi, gerakan, falsafah  dan musik yang mengiringi Tortor sesuai dengan ragam tarian Tortor yang ada. Mana yang baku dan mana yang bersifat kolaborasi akibat inovasi yang menucul belakangan.

Begitu juga dengan kajian tentang Gordang Sambilan, “Mangupa”, Bahasa  Mandailing hingga “Markobar” dan standar baku Pakaian Adat.

Diskusi tersebut merupakan diskusi tahap pertama, diskusi lanjutan masih akan terus digulirkan dengan menghadirkan tambahan budayawan lainnya, menghadirkan seluruh Raja Mandailing Godang serta kelak akan ke tahap singkronisasi dengan selurih Raja Mandailing Julu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar