Home / Seputar Madina / Budidaya Kangkung Darat Di Pekarangan

Budidaya Kangkung Darat Di Pekarangan

nanam kangkung di pemukiman 280812PANYABUNGAN (MO) – Memanfaatkan lahan perumahan yang kosong, warga Desa Gunungtua Panggorengan Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini banyak menanam bermacam tanaman sayur mayur.

Salah satunya jenis kangkung darat. Dengan umur sekitar 4 hingga 6 minggu sudah bisa dipanen. Hal ini dirasakan sangat membantu bagi ekonomi keluarga.

Munaroh, termasuk salah seorang yang menanam kangkung di pekarangan rumah keluarganya. Mandailing Online mengunjugi lahannya, Senin (27/8).

Diceritakannya, dia tertarik enamam kangkung tersebut setelah melihat peluang dari pasar bahwa kangkung darat lebih memiliki nilai jual tinggi jika dibandingkan dengan kangkung yang tumbuh diperairan maupun ditempat yang basah.

“Jika kita lihat perbandingan antara kangkung darat dengan kangkung air, konsumen nampaknya lebih berminat untuk mengkonsumsi kangkung darat ini, meskipun kangkung air juga memiliki peminat lain. Kalau hasil perbincangan saya dengan konsumen itu katanya rasa kangkung darat berbeda dengan kangkung yang tumbuh di air,” jelasnya.

Kangkung termasuk sayur yang sangat populer. Biasa dibuat tumis, cah, atau lalap. Kangkung ternyata juga berkhasiat sebagai anti racun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan. Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Di Cina, sayuran ini dikenal sebagai weng cai.

Dijelaskannya, untuk sekali panen bisa memperoleh ratusan ikat kangkung dengan harga untuk satu ikat kangkung antara Rp.1.000 hingga Rp.1.500 yang langsung dijualnya kepada pedagang untuk dijual di pasar – pasar tradisional. (mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar