Home / Seputar Madina / Buntut Pembunuhan di Muara Sipongi, Satu Rumah Dibakar Massa

Buntut Pembunuhan di Muara Sipongi, Satu Rumah Dibakar Massa

Siasa puing rumah milik Yadni yang dibakar massa

Siasa puing rumah milik Yadni yang dibakar massa

MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pembunuhan sadis terhadap Abdullah (22) di Muara Sipongi, Mandailing Natal Senin lalu, berbuntut panjang. Satu rumah dibakar massa pada Selasa (2/2) malam.

Rumah yang dibakar adalah milik Yadni di Dusun Ai Molili Desa Ranjau Batu. Yadni merupakan orangtua kandung H, pria yang diduga warga sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, Rabu (3/2), warga  dari pihak korban merasa kesal karena yang diduga tersangka berinisial H melarikan diri dari desanya di malam kejadian penemuan jenazah Abdullah.

Massa bergerak dari perkampungan Relokasi Perumahan Afgas ke Dusun Ai Molili Desa Ranjau Batu yang terpaut jarak tempuh sekira 5 kilo meter.

“Usai tahlilan di rumah korban, warga bergerak langsung membakar rumah  Yadni di  Ai Molili Desa Ranjau Batu,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Pantauan di lokasi kejadian,  rumah yang sekaligus kedai kopi yang terbuat dari papan ini sudah rata dengan tanah, yang tersisa hanya bekas-bekas pembakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam pembakaran ini, sebab Yadni pemilik rumah dan keluarganya sudah mengungsi terlebih dahulu ketika mendengar massa bergerak ke arah rumahnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Sipongi, AKP Junaidi yang dijumpai membenarkan kejadian pembakaran tersebut.

“Tadi malam massa pihak korban telah  membakar rumah milik Yadni. Kita dari pihak kepolisian telah berusaha melakukan pengamanan, namun karena banyaknya massa yang datang, kebakaran itu tidak bisa dihindari,” ujar Kapolsek.

Dikatakannya, massa datang sekitar pukul 22.10 Wib Selasa malam dengan menaiki sepeda motor. Jumlahnya ada sekitar 60 orang, massa langsung mengadakan pembakaran. Sedangkan korban jiwa tidak ada, karena pemilik rumah sudah terlebih dahulu mengosongkan rumahnya. Rumah itu sekaligus keda kopi terbuat dari papan dengan ukuran 2 x 4 x 6 meter.  Kerugiaan diperkirakan 10 juta Rupiah.

Sekedar diketahui, Abdullah (21) warga Perumahan Relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi ditemukan terkapar di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. Dari kondisinya yang mengenaskan, korban diduga tewas terbunuh.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar