Home / Seputar Madina / Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014).

Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu. Sedangkan Sangkot dan Sahbana warga Desa Mompang Kecamatan Panyabungan Barat. Sahbana dinikahkan dengan LM, sedangkan Sangkot dinikahkan dengan DL. Pernikahan ini dilakukan atas tuntutan orangtua masing-masing perempuan.

Berdasar keterangan warga, kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas. Saat itu, mobil yang dikemudikan Sahbana jenis Nissan Xtrail BK 1990 BR menabrak seorang anak bernama Amir.

Melihat kejadian itu, warga mengejar mobil tersebut. Sahbana dan Sangkot panik. Keduanya keluar dari mobil dan lari menuju rumah warga. Namun, pelarian keduanya kandas. Mereka berhasil diamankan warga.

Selanjutnya, warga yang emosi, memeriksa mobil Sahbana. Ternyata, di dalam mobil ada dua perempuan, LM dan DL. Setelah dipaksa keluar dari mobil, ternyata dua perempuan itu warga desa itu juga.

“Awalnya mereka menabrak anak-anak yang naik kreta. Melihat kejadian itu warga langsung mengejar. Ia masih berusaha lari. Namun akhirnya dia keluar dari mobil dan lari ke dalam rumah warga. Di situlah dia selamat. Lalu, warga melihat di dalam mobil ada perempuan makanya dipaksa keluar, dan dimintai pertanggungjawaban,” sebut Roil warga setempat.

Tami, warga lain menambahkan, yang menyulut emosi warga adalah karena saat ini bulan Ramadan, ditambah warga tahu Sahbana merupakan salah seorang caleg.

“Itu yang buat warga emosi, dan menurut warga, mobil ini sudah sering lewat belakangan ini dari desa kami. Rupanya inilah kejadiannya,” ucapnya.

Selain Tami, warga lain juga menerangkan, sore sebelum kejadian ada sejumlah warga yang melihat mobil itu menjemput LM dan DL, dan ternyata S menjemput kedua perempuan tersebut untuk dibawa ke Sidojadi guna makan malam bersama.

Kepala Desa Hutagodang Muda, Zulkarnen membenarkan ada dua warganya yang ditangkap di dalam mobil S, yaitu LM dan DL. Zulkarnen juga membenarkan pihaknya bersama tokoh masyarakat sudah menikahkan kedua pasangan itu.

“Mereka sudah dinikahkan atas tuntutan keluarga si perempuan,” kata Zulkarnen. Sementara Sahbana belum berhasil dikonfirmasi karena nomor handphonenya tidak aktif.

Sumber: Metro Tabagsel/Andalas
Editor: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar