Home / Seputar Madina / Capaian PAD Madina Masih 33 Persen

Capaian PAD Madina Masih 33 Persen

Peninjauan ke PU 111012
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga awal oktober 2012 perolehan PAD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih 33, 75 persen atau atau 15 milayar rupiah dari target 45 Milyar.

Data ini terungkap pada pembahasan KUA PPAS oleh badan Anggaran DPRD Madina dan pihak eksekutif di ruang paripurna DPRD, Rabu (10/10). Pembahasan hari itu lebih banyak terfokus pada kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari total 14 Satua Kerja Perangkat Daerah, capaian tertinggi PAD per Oktober adalah Rumah Sakit Umum Natal sebanyak 102,06 % dari target, disusul RSU Panyabungan sebesar 72,19 %, kemudian BLHK Pertamanan 56,60 %.

Yang berkategori rendah pencapaian PAD-nya meliputi Dinas Pertambangan dan Energi 2,62 %, Bagian Prekonomian 6,78 %, Bagian Umum 16, 15 % dari target. Sementara SKPD lainnya capaiannya rata-rata antara 20 hingga 40 %.

Sekretaris Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Madina, Amin menyatakan untuk mengejar realisasi hingga 100 persen dari target PAD dinilai sangat sulit, mengingat waktu hanya tersisa 3 sebelum akhir tahun.

Dia berharap Badan Anggaran DPRD Madina bisa memberikan berbagai solusi maupun masukan dalam rangka mensinergiskan satuan perangkat daerah, termasuk juga kemungkinan regulasi yang dibutuhkan untuk menggenjot pendapatan daerah.

Sementara itu, Badan Anggaran DPRD Madina juga menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dalam upaya perolehan PAD.

Di acara pemabahasan KUA PPAS itu Badan Anggaran DPRD Madina menyatakan kecewa terhadap Dinas PU Madina.

Hingga awal Oktober ini PAD yang dihasilkan Dinas PU baru sekitar 325 juta rupiah dari terget Rp.1,635 milyar. Rinciannya, target perolehan dari IMB 1 milyar rupiah, terrealisasi sebesar Rp.306 juta per Oktober. Target retribusi pemakaian daerah ditarget Rp.635 juta, terrealisasi Rp.44. juta hingga awal Oktober.

Kepala Dinas PU, Ir.Parlaungan Lubis mennyatakan minimnya realisasi retribusi pemakaian kekayan daerah termasuk alat berat dan dump truk akibat minimnya kalangan yang menyewa alat berat milik Dinas PU akibat kontraktor saaat ini sudah banyak yang memiliki alat berat sendiri.

Terkait rendahnya minat swasta menyewa alat berat milik Dinas PU, membuat Badan Anggaran DPRD Madina harus melihat langsung kondisi sejumlah alat berat milik Dinas Pu tersebut.

Di sela scor pembahasan KUA PPAS, anggota Badan Anggaran DPRD Madina meliputi Ir.Wildan Nasution, Ir.Ali Mutiara Rangkuti, Iskandar Hasibuan, Rahmat Riski, Edi Anwar dan Parlaungan Rajo Nasution langsung berangkat ke gudang milik Dinas PU. (mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar