Home / Seputar Madina / Cetak Sawah di Huraba Segera Dimulai

Cetak Sawah di Huraba Segera Dimulai

Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengamati peta areal

Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengamati peta areal

SIABU (Mandailing Online) – Pencetakan sawah di Mandailing Natal kembali dilaksanakan. Tetapi, apakah masih akan berakhir ke ranah penyidik kepolisian karena dugaan penyelewengan dana seperti beberapa tahun lalu?

Bisa iya, bisa tidak. Sebab, untuk tahun 2016 ini Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) tak lagi sendiri, karena yang melaksnakan pencetakan di lapangan adalah pihak TNI bekerjasama dengan Dinas Pertanian Madina.

Manajemen TNI yang kuat diyakini mampu merealisasikan luas cetak secara pas dan rill sesuai dengan yang diplot.

Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung meninjau areal rencana pencetakan di areal Desa Huraba I dan Huraba II Kecamatan Siabu, Kamis (21/4).

Pangdam menyatakan, mulai Mei 2016 aksi pencetakan segera dimulai untuk luas sekitar 550 hektar dari rencana 1.000 hektar. Sisanya yang 450 hektar belum diketahui, karena persoalan tapal batas dengan Tapsel masih belum final.

Peninjauan itu didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Kadis Pertanian Peternakan Madina Taufik Zulhendra Ritonga, Danrem 023/KS Kolonel Inf Fahri, Dandim 0212/TS Letkol Inf Sefta Viandi, Danrmil 12/Siabu dan sejumlah petinggi Kodam I Bukit Barisan.

Lokasi cetak sawah direncanakan di areal lahan tidur yang selama ini tidak diusahai masyarakat.

Program cetak 1.000 hektar ini kan menambah luas areal yang dicetak setelah pada tahun 2011 Madina sudah melakukan program cetak sawah seluas 600 hektar di Desa Tunas Karya Kecamatan Natal dan Desa Banjar Aur Kecamatan Sinunukan. Kemudian pada tahun 2012 mencetak lagi 700 hektar sawah di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dan Desa Hutapuli Kecamatan Siabu.

Program cetak sawah di tahun 2011 dan tahun 2012 itu selalu berujung pada sorotan media massa karena diduga tidak jelas luas luas areal yang dicetak.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar