Home / Berita Sumut / Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

JAKARTA, – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menginstruksikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menanggani krisis pasokan listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya. Menurutnya, masalah listrik di Sumut sudah darurat sehingga perlu penanganan yang serius.

“Saya sudah perintahkan PLN untuk membuat langkah darurat yang selama ini PLN enggak berani mengambil langkah itu, karena bisa dianggap inefisiensi,” tutur Dahlan di Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/9).

Dahlan menilai krisis listrik yang terjadi di Sumut sudah kadung parah sehingga perlu dilakukan tindakan darurat, yakni dengan menyewa genset. “Ini kan krisisnya berat, tapi PLN sudah berani lakukan itu (sewa genset-red),” terangnya.

PLN akan menyewa genset 300 Mw dan dalam waktu dekat genset itu akan datang. “Sewa genset 150 mw ditambah 150 mw. Dua minggu lagi tiba barangnya dan akan dibangkitkan. Ini dilakukan sambil nunggu pembangkit di Belawan yang rusak diperbaiki,” katanya.

Sebagai mantan Dirut PLN, Dahlan paham bahwa pembangkit listrik harus mendapatkan perawatan yang baik agar tidak mengalami gangguan dan kerusakan yang berakibat fatal. Untuk itu Dahlan mengingatkan supaya pembangkit-pembangkit listrik itu dipeliharaan secara rutin.

“Pembangkit yang di Belawan itu harus dipelihara secara rutin. Seperti kalau ada yang mau copot harus diperbaiki dan dipelihara secara rutin. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Nur Pamudji sempat meminta maaf pada masyarakat khususnya di Sumatera Utara dan sekitarnya karena beberapa hari kemarin telah terjadi pemadaman listrik.

“PLN mohon maaf atas terjadinya pemadaman yang menimbulkan ketidaknyamanan ini. Ini adalah kondisi force majeur karena adanya pemeliharaan pembangkit untuk mengamankan kondisi pembangkit yang sudah lama tidak dilakukan pemeliharaan. Lebih baik pembangkit itu dipadamkan untuk dipelihara selama 65 hari dan nanti dihidupkan kembali,” terangnya.

Dua pembangkit yang dilakukan pemeliharaan yakni PLTU Labuhan Angin dan PLTGU Belawan. (jpnn)

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar