Home / Seputar Madina / Dana Desa Tambangan Pasoman Disorot Warga

Dana Desa Tambangan Pasoman Disorot Warga

Salah satu jalan jenis Rabat Beton di kawasan Aek Nabara, Desa Tambangan Pasoman yang dibangun tahun 2017 dari Dana Desa

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Kasus demi kasus Dana Desa sepertinya tiada henti mencuat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Warga Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Madina menyampaikan kegelisahan kepada Mandailing Online, Senin (17/9/2018) terkait pelaksnaan Dana Desa di desa itu. Hanya saja, mereka meminta identitasnya tak ditulis.

Warga menyatakan bahwa pengaduan telah dikirim kepada Polres Madina terkait beberapa hasil temuan terhadap pelaksanaan Dana Desa tahun 2017 dan tahun 2018.

Pengaduan itu tertuang dalam surat pengaduan tanggal 2 November 2017. Lalu disusul pengaduan berikutnya pada tanggal 25 November 2017, kemudian pengaduan pada tanggal 28 Maret 2018.

Pengaduan masyarakat itu meliputi persoalan dugaan mark up dana pembiyaan program yang bersumber dari Dana Desa meliputi proyek fisik hingga program Makan Tambahan Bergizi Bagi Anak Balita serta persoalan kekurangtranspanan pemerintah desa dalam pengelolaan Dana Desa.

Selain itu, warga juga menyatakan bahwa ada istilah yang ganjil terdengar, yakni potongan dana dari setiap proyek fisik sebesar 27 prsen yang diperuntukkan bagi TPK 5 persen, PPn dan PPh 11 persen dan uang setan 11 persen.

Warga mengaku heran dengan istilah uang setan tersebut karena baru kali ini terdengar di telinga mereka.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Tambangan Pasoman membantah dugaan warga tersebut.

Kepala Desa Tambangan Pasoman, Abdul Aziz yang dikonformasi Mandailing Online via telefon seluler, Rabu (19/9/2018) menyatakan bahwa dugaan itu tidak mengandung fakta kebenaran.

Aziz mengatakan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketetuan yang berlaku. Pelaksanaan Dana Desa juga berdasarkan hasil Musyawarah Desa.

Dia menyatakan bahwa dia merasakan telah disangka warga memiliki banyak uang dari sumber Dana Desa, sehingga menimbulkan prasangka negatif terhadap dirinya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.