Home / Seputar Madina / Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) tak pernah disentuh layanan medis.

Itu karena puskesmas tak ada di desa yang berada di dalam hutan ini. Meski pemerintah daerah telah mengangkat tenaga bidan PTT (Pewagawai Tidak Tetap), pun layanan medis tak jua diperoleh warga, sebab petugas bidan PTT yang diangkat tak pernah datang ke desa itu.

“Warga kami yang sakit atau yang melahirkan terpaksa harus berobat ke dukun yang ada di kampung ini, bahkan kadang tidak berobat, pakai daun dan akar-akaran saja obatnya” ujar Kepala Desa Aek Nabara, Mahdi Nasution via telephone  kepada Mandailing Online, Rabu (30/9).

Desa Aek Nabara berada di dalam hutan. Jalan menuju ke sana masih jalan tikus, naik turun gunung, waktu tempuh 1 hari 1 malam jalan kaki dari Desa Pagur (desa terdekat), karena tak bisa dilalui kenderaan roda dua.

Akibat keterbatasan-keterbatasan layanan kesehatan, pendidikan dan pasokan bahan kebutuhan pokok sehari-hari, sekitar 5 tahun lalu semua penduduk desa itu yang berjumlah 60 kepala keluarga memutuskan memindahkan perkampungan ke Aek Sihorsing berjarak tempuh sekitar 13 kilo meter dari Desa Pagur.

Meski Aek Sihorsing itu bisa dilalui kenderaan roda dua, tetapi juga tetap bersusah payah karena jalan tanah penuh dengan tanjakan tajam dan penurunan tajam. Kondisi ini tak membuat distribusi sembako lancar.

Perdagang sembako masih enggan masuk ke Aek Sihorsing. Untuk mendapatkan sembako, biasanya warga memesan kepada penduduk Pagur yang memiliki kebun di huta dekat Aek Sihorsing. Ada juga warga yang langsung membeli sendiri ke Desa Pagur.

Mahdi berharap kepada Pemkab Madina, supaya menggganti petugas bidan PTT yang memiliki kemauan untuk datang dan bertugas di desa itu.

Peliput  : Holik Nasution

Editor    : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar