Home / Seputar Tapsel / Dialog Narkoba di Darul Mursyid

Dialog Narkoba di Darul Mursyid

TAPSEL (Mandailing Online) – Semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan.

Hal itu diutarakan Kasat Narkoba Polres Tapanuli Selatan, Rudi Candra, SH.MM saat mengadakan dialog interaktif di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid pada 31 Juli 2013 lalu.

”Dialog interaktif diadakan untuk mengisi kekosongan saat liburan,” kata Kepala Divisi Pendidikan Formal Pesantren Darul Mursyid, Ahmad Suhaili Pulungan kepada wartawan, Rabu (14/8).

Selama liburan, setiap hari ada topik-topik yang berbeda dari berbagai bidang dan hal ini akan menambah wawasan bagi guru-guru dan karyawan Darul Mursyid.

Ahlad Suhaili juga menambahkan bahwa penambahan wawasan setiap liburan dengan cara mendatangkan berbagai pakar sudah menjadi agenda tetap setiap semester.

Dalam dialog interaktif tersebut Kasat Narkoba, Rudi Candra, SH.MM memaparkan bahwa semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan.

“Kalau kita ingin menyelamatkan generasi-generasi bangsa ini, mari kita sama-sama memberantas narkoba, dan masalah narkoba adalah masalah yang sangat berat yang telah dan akan menimpa anak bangsa negeri ini,” tutur Kasat menekankan.

Tanpa disadari, lanjut Kasat, peredaran narkoba mungkin sudah terjadi di sekitar kita dan korbannya adalah semua pihak, seperti anak-anak, remaja, orang tua, wanita, apalagi laki-laki.

Kasat juga menjelaskan berbagai ciri-ciri orang yang telah mengkonsumsi narkoba.

”Kita tidak boleh sepele dengan orang yang telah mengkonsumsi narkoba, bila kita melihat atau memang ada keluarga yang terkena maka diharapkan masyarakat melapor sehingga bisa kita obati atau paling tidak peredarannya dapat diperkecil,” papar pria yang masih kuliah S3 di USU tersebut.

Peredaran narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan, dampaknya adalah menghancurkan sendi kehidupan bangsa. Bahkan negara akan hancur seperti yang terjadi ketika bangsa Mongol diluluh-lantakkan oleh candu yang sengaja diberi oleh Barat.

“Saya juga telah mengusulkan kepada pemerintah agar masalah narkoba dan penyalahgunaan zat adiktif dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, sebab ini sangat penting,” ungkap polisi yang dikenal vokal tersebut.

“Kita tidak boleh berputus asa untuk menangani penyakit sosial akibat narkoba ini, kita juga harus tetap punya rasa optimis membrantas hingga ke akar-akarnya,” katanya.

“Bahkan saya bersedia ditelfon selama 24 jam apabila ada masyarakat yang ingin meminta pertolongan tentang kasus narkoba ini,” pungkasnya sambil memberi nomor hp kepada semua hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, dia didampingi oleh Badan Narkoba Nasioanl (BNN) Tapsel diwakili Amir Khatib. Amir mengungkapkan bahwa polisi dan BNN serta masyarakat harus bersinergi memberantas narkoba.

“Narkoba dan miras serta penyalahgunaan zat adiktif adalah wabah nasional yang harus kita berantas,” katanya.

“Narkoba juga bukan barang baru di Indonesia, tetapi sudah mengakar dan kita harus punya komitmen memberanatasnya bersama,” pungkas Amir.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar