Home / Seputar Madina / Diduga Makam Tua, Ditemukan di Lokasi Proyek Panas Bumi, Dipindahkan Berdasar Syariat Agama

Diduga Makam Tua, Ditemukan di Lokasi Proyek Panas Bumi, Dipindahkan Berdasar Syariat Agama

 

PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Sebanyak empat unit yang diduga kuburan tua ditemukan di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa, Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina),Sabtu (25/7) lalu.

Penemuan ini masih dugaan sebagai kuburan tua, sebab hingga kini bukti konkritnya belum mengarah sebagai kuburan, karena hanya berbentuk arang hitam dan diatasnya tumpukan bebatuan. Namun tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat luas.

Seperti dilansir Harian Waspada, dugaan kuburan di area sekitar 20 x 20 meter ini ditemukan pertama kali oleh pekerja operator alat berat dari rekanan PT.SMGP yang sedang melakukan pembersihan lahan. Pihak pekerja selanjutnya memberitahukan kepada manajemen perusahaan.

Sementara itu, pihak PT.SMGP telah membuat garis pembatas dilokasi yang diduga kuburan tersebut.

“Dan tidak di kerjakan sebelum ada kesimpulan bersama dengan masyarakat dan pemerintah,” kata Ade, pihak manajemen PT.SMGP menjawab wartawan, di Desa Roburan Dolok, Sabtu (1/8)..

Hal itu, katanya, dilakukan perusahaan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat guna menjaga kearifan lokal setempat.

Ade menjelaskan, lahan tersebut dulunya dibeli perusahaan dari warga Desa Roburan Dolok bernama Dahyar. Sabelum dilakukan jual beli, lahan tersebut telah diidentifikasi dan tidak ada mengatakan ada kuburan karena pihak perusahaan semaksimal mungkin menghindari yang namanya kuburan.

Lebih lanjut, perwakilan perusahaan juga mengkonfirmasi penemuan tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Madina, dan mereka menyatakan bahwa dugaan kuburan yang ditemukan bukanlah cagar budaya atau bukan situs budaya yang dilindungi pemerintahan setempat.

Ketika dilakukan pembersihan lahanpun, pihak kontraktor tidak ada menemukan tanda-tanda adanya kuburan. Yang ditemukan hanya batu-batu besar saja.

“Begitupun, setelah perusahaan melakukan koordinasi dengan pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat, empat unit yang konon ceritanya kuburan akhirnya dipindahkan ke pemakaman umum sesuai tata cara adat dan agama,” ujarnya.

Awalnya, pemindahan yang diduga kuburan itu ke pemakaman umum berjalan dengan baik karena tidak ada yang keberatan, dan tidak adanya satu pihak keluarga pun yang diketahui berhubungan dengan perihal dugaan kuburan tersebut.

Tetapi, pada Sabtu sore (25/7), tiba-tiba ada sekelompok orang yang tiba-tiba melakukan protes sehingga proses pemindahan yang sudah selesai, kembali dipindahkan dari tempat perkuburan umum ke tempat semula untuk meredakan ketegangan di tengah masyarakat.

“Yang sempat dipindahkan kembali hanya satu unit kuburan saja, selain karena sudah malam, pekerja penggali kuburanpun sudah kelelahan,” katanya.

Di sisi lain, seperti dilansir harian Waspada, Kepala Desa Roburan Dolok, Abdul Karim Lubis didampingi Kepala Desa Roburan Lombang, Ahmad Lubis dan tokoh masyarakat, Enda Mora Lubis membenarkan adanya dilakukan pemindahan diduga makam di desa mereka.

Abdul Karim menjelaskan, keributan yang terjadi dengan dalih kuburan diduga kuat hanya trik atau alasan yang sengaja dibuat oleh orang atau kelompok tertentu yang tidak suka dengan keberadaan PT.SMGP.

Karena menurutnya, jika benarpun ada kuburan, adalah kuburan yang usinya sudah ratusan bahkan ribuan tahun dengan posisi kuburan tidak mengarah kiblat.

Dengan kata lain, dugaan kuburan itu bukanlah situs sejarah atau budaya yang ada sebelum manusia mengenal agama. Kemudian itu kuburan keluarga siapa juga tidak ada yang mengetahui sama sekali.

Saat dilakukan penggalian yang disaksikan warga, juga tidak ditemukan tanda-tanda fisik atau non fisik yang mengarah pada petunjuk lokasi itu merupakan kuburan.

Yang ditemukan warga hanya setumpuk sejenis arang hitam, dan arang hitam inilah yang di pindahkan ke pemakaman umum, dan dipindahkan kembali ke tempat semula pasca keributan.

Hingga saat ini, kata kepala desa, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah terkait hal itu.

Karena saat ini, katanya, sudah ada beberapa warga mereka yang sudah diteror dengan cara gubuk di sawah diduga sengaja dibakar oleh orang-orang tertentu sebanyak 3 unit gubuk.

Gubuk sawah yang dibakar adalah milik warga desa yang keluarganya bekerja atau ada hubungan dengan pihak perusahaan, yakni Hubban, Habib, dan Ibrahim, yang terjadi di hari yang sama saat dilakukannya pemindahan kuburan pada Sabtu (25/7).

Terkait kuburan, salah seorang dari 5 penggali kuburan yang berhasil di konfirmasi wartawan di Desa Roburan Dolok yang tidak mau disebutkan identitasnya menceritakan, saat dilakukan penggalian pihaknya hanya menemukan setumpukan arang hitam saja tidak ada yang lain.

Ia dan rekan-rekannya mengaku sudah takut dan tidak mau terlibat lagi dengan urusan rencana pemindahan kuburan yang berdasarkan jumlah galian masih ada 3 lagi yang belum di pindahkan kembali ke tempat semula dari pemakaman umum.

Camat Panyabungan Selatan, Syamsir Nasution, S.Sos, sebagaimana dilansir harian Waspada, membenarkan adanya laporan gubuk sawah warga yang diduga kuat sengaja di bakar.

Pihak kecamatan katanya akan musyawarah dengan unsur Muspika serta membuat laporan kepada Bupati Madina. Camat berharap warga di Desa Roburan Dolok jangan takut, dan mewaspadai setiap orang pendatang yang datang ke wilayah itu.

“Sudah terjadi dugaan teror dan intimidasi kepada warga saya, dan secara bersama-sama hal ini sudah kami musyawarahkan untuk melawan dan melakukan antisipasi terhadap gerakan orang-orang tertentu, baik dari dalam Desa Roburan maupun dari desa tetangga sekitarnya,” ucap Syamsir Nasution.

Terkait isu kuburan, Syamsir juga mengakui hal itu sempat menimbulkan pergolakan di tengah masyarakat, dan secepatnya akan diambil langkah-langkah konkrit.

Ia yakin setelah isu itu dinetralisir, warga akan merasa tenang dengan cara terus menerus memberikan informasi yang cukup dan berimbang.

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar