Home / Seputar Madina / Dinas Pertanian: 20 Hektar Gagal Panen di Huraba

Dinas Pertanian: 20 Hektar Gagal Panen di Huraba

tinjau sawah banjir 231012SIABU (Mandailing Online) – Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) memastikan 15 hingga 20 hektar lahan persawahan di Desa Huraba Kecamatan Siabu gagal panen akibat terrendam banjir.

“Untuk sementara ini kita dapat memperkirakan sekitar 15-20 hektar padi yang gagal panen dimana umur padi masyarakat tersebut sekitar 100-110 hari, sehingga untuk itu masyarakat sudah dipastikan mengalami kerugian,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Taufik Zulhandra saat meninjau areal yang banjir, Selasa (23/10).

Curah hujan yang tinggi dalam 3 pekan terakhir menyebabkan arus sungai dan irigasi naik. Kondisi ini berdampak pada munculnya genangan pada areal persawahan di Desa Huraba dimana saat ini usia padi sudah menjelang panen.

Menurut Taufik, jika tanaman padi sudah terendam selama 5 hari maka padi tersebut sudah bisa dipastikan akan mengalami kerusakan dan akan gagal panen.

Diungkapkannya, banjir pada ratusan hektar areal sawah di Desa Huraba itu akibat saluran sedimen yang dibangun oleh pemerintah pada sekitar 10 tahun yang lalu sudah mengalami penyempitan, sehingga saluran tersebut tidak dapat menampung debit air yang tinggi pada musim penghujan.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi Sumatera Utara agar saluran sedimen yang tersumbat tersebut dapat dikorek kembali, sehingga masyarakat dapat kembali bertani dengan tenang,” sebut Taufik.

Kepala Desa Huraba II, Kasmir Dalimunthe dalam kesempatan tersebut mengatakan sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk dapat melakukan pengerukan pada sedimen yang sudah dibuat sekitar 10 tahun yang lalu.

“Sekitar 10 tahun yang lalu dari pihak pemerintah provinsi Sumatera Utara membuat paret untuk pengeringan sawah masyarakat yang selalu terendam apabila musim penghujan, namun sekarang ini paret sedimen tersebut sudah mulai tertutup dan mengalami pendangkalan,” katanya.

“Uuntuk itu kita sangat mengharapkan agar pemerintah untuk melakukan pengerukan kembali pada sedimen terebut sehingga pada tahun-tahun yang akan datang sawah masyarakat tidak akan terendam lagi,” ujar Kasmir.(mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar