Home / Seputar Tapsel / Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

Palas. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan panen kedelai di lahan tanaman kedelai yang dikelola oleh tiga Kelompok Tani (Poktan) seluas 30 Ha, di Desa Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam (Balutam), Selasa (30/9).
Ketiga Poktan tersebut yakni Poktan Bersama, Poktan Garingging dan Poktan Makmur Jaya. Poktan tersebut merupakan dampingan Distan Palas, peserta program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) kedelai tahun 2014.Kadistan Palas Ir H Abdullah Nasution melalui Kabid Produksi Mhd Hamzah Hasibuan SP bersama Kasie Produksi, Insan M Harahap, SP mengatakan, masing-masing poktan peserta SLPTT tersebut mengolah lahan pertanian kedelai seluas 10 ha. Jenis benih kedelai unggulan yang ditanam adalah benih varietas anjasmoro bersubsidi, memiliki usia tanam hingga dipanen selama 87 hari atau sekitar tiga bulan.

“Dari hasil sampel ubinan ukuran 2,5 meter persegi yang dibuat pada tiga titik lokasi di lahan pertanian kedelai ketiga poktan itu, diperoleh hasil produksi kedelai yang dipanen seberat 1,3 kg atau setara dengan hasil panen seberat 2,08 ton perhektare. Hasil produksi ini dinilai lebih tinggi dari target yang diproyeksikan Distan Palas yaitu seberat 1,7 ton kedelai perhektare,” ujar Insan M Harahap SP.

Dijelaskan, tercapainya hasil panen kedelai hingga melampaui target yang diproyeksikan dari lahan pertanian ketiga poktan itu selain menerapkan sistem intensifikasi pertanian juga menerapkan pupuk dan herbisida serta rijobium atau campuran benih guna merangsang bintil akar, secara tepat dan sesuai takaran. Juga didukung tenaga PPL selaku pendamping petani kedelai yang aktif memberikan penyuluhan kepada petani kedelai.

Kendati hasil panen kacang kedelai cukup menggembirakan, namun harga jual kacang kedelai dari petani ke pengumpul yang ada di daerah ini masih tergolong rendah yaitu Rp 4.500/kg hingga Rp 5.000/kg, sedangkan harga jual kedelai dari petani sesuai HET-nya yaitu Rp 7.300/kg.

“Untuk sementara, hasil panen kedelai petani di tiga poktan tersebut masih dikumpulkan di gudang. Distan Palas terus berkordinasi dengan Distan Provsu agar harga jual kedelai dari petani di daerah ini disesuaikan dengan harga HET, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kedelai di sini,” ujar Insan.
Diterangkannya, dari seluas 500 Ha program SLPTT kedelai tahun 2014 yang dilaksanakan oleh Distan Palas, seluas 300 Ha lahan tanaman kedelai sudah dipanen oleh petani, selebihnya tinggal menunggu waktu panen tiba. Program SLPTT ini tersebar di enam kecamatan yaitu, Kecamatan Balutam, Sihapas Barumun, Aeknabara Barumun, Barumun Tengah, Lubuk Barumun dan Kecamatan Barumun.

Sementara itu, tiga orang petani pengurus poktan kedelai, masing-masing Panusunan Lubis, Gumanti dan Manahan, mengungkapkan, mereka merasa terbantu dengan program SLPTT tersebut. Karena mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari PPL sejak mulai penanaman kedelai hingga penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) yang dinilai sangat membantu dalam proses pertumbuhan tanaman kedelai hingga proses panen kacang kedelai.

Diakui para petani kedelai, dana bantuan bansos sebesar Rp 11,4 juta untuk tiap-tiap poktan kedelai dialokasikan untuk kegiatan pertanian kedelai yang disesuaikan dengan Rencana Umum Kegiatan (RUK), seperti membeli pupuk, herbisida dan alat pertanian yang dibutuhkan, sesuai arahan dari para PPL.

Sumber : Medanbisnis

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar