Home / Berita Sumut / DPP PPP Berhentikan Ketua DPC Madina dan Tapteng

DPP PPP Berhentikan Ketua DPC Madina dan Tapteng

Medan, Dewan Pimpinan Pusat Partai Perastuan Pembangunan (DPP PPP), memberhentikan pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Secara resmi DPP PPP telah memberhentikan pimpinan DPC PPP di Madina dan Tapteng,” kata Ketua DPW PPP Provinsi Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag kepada wartawan, Rabu (3/10).

Disebutkan Fadly, untuk menjaga eksistensi PPP di dua kabupaten itu, DPW PPP juga telah mengambil sikap menindaklanjuti keputusan DPP tersebut. ” Kita telah mengangkat Ir Andi Jaya Matondang MMT sebagai Ketua DPC PPP Tapteng dan Drs H Yulizar Parlagutan Lubis sebagai Ketua DPC PPP Madina,” ujarnya.

Fadly menjelaskan, ada tiga tugas utama yang harus dilaksanakan Andi Jaya dan Yulizar. Yakni mengamankan pelaksanaan kosolidasi partai secara internal. Kedua mengamankan kebijakan partai terkait Pemilukada yang akan dilansungkan di dua kabupaten tersebut. Ketiga tetap menjaga konsolidasi partai dengan seluruh simpul dan kelompok strategis di masyarakat, inklud di dalam konsolidasi kepada seluruh pimpinan umat Islam.

Dikatakan Fadly, saat ini PPP sedang melakukan proses konsolidasi kepengurusan ditingkat Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Hal itu sesuai dengan hasil Mukernas II di Medan dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) DPP PPP No.1888 tentang pelaksanaan konsolidasi kepengurusan di tingkat Ranting dan PAC.

“Jadi ketua DPC dan Sekretaris DPC yang diangkat bertanggungjawab penuh untuk mengamankan dan melaksanakan konsolidasi internal tersebut,” tegasnya.

Kemudian, di dua kabupaten itu saat ini sedang terjadi suksesi demokrasi dengan dilaksanakannya Pemilukada. Di Madina, kata Fadly, sedang menunggu proses pelaksanaan pemilukada ulang, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil pemilukada pertama diputuskan di ulang. Kemudian di Tapteng saat ini sedang berlangsung proses tahapan pemilukada.

Terkait konsolidasi pada umat, Fadly mengatakan, saat ini PPP adalah satu-satunya partai yang tetap istiqomah menggunakan azas Islam. Untuk itu, pimpinan, fungsionaris dan kader PPP tidak boleh putus hubungan silaturahmi dengan siapapun dan apapun alasannya. Atas dasar itu pula, ketua Tapteng dan Madina sebagai peminpin yang diberi amanah dan tanggungjawab harus mampu membangun komunikasi dengan seluruh kelompok strategis di tengah-tengah umat.

Dibagian lain, Yulizar Parlagutan Lubis ketika ditanya tanggapannya seputar pengangkatannya sebagi ketua DPC PPP Madina, mengatakan siap melaksanakan amanah dan tanggungjawab yang diberikan pimpinan. “Saya bersama Sekretaris Ahmadan Harahap, S.Ag siap melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Andy Jaya Matondang mengatakan hal senada. Dikatakannya sebagai kader yang baik, amanah dan tanggungjawab yang diberikan pimpinan wajib dilaksanakan. “Ketika kita diberi kepercayaan dan tanggungjawab, maka hukumnya wajib melaksanakannya,” ucapnya. (sug)
Sumber : Analisa

Comments

Komentar Anda