Kamis, 14 Mei 2026
light_mode

DPRD Madina Temukan Banyak Kejanggalan Tender di Dinas PU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– DPRD Mandailing Natal (Madina) banyak menemukan kejanggalan pada pelaksanaan proses tender LPSE (Layanan Pengadaan Cara Elektronik) di Dinas Pekerjaan Umum Madina.

“Tidak masuk logika bila ada satu perusahaan bisa memenangkan paket proyek 18 milyar lebih padahal kelas perusahaan yang ikut dalam proses tender itu sama kualifikasinya ataupun kelasnya dengan yang lain,” ungkap Wakil Ketua DPRD Madina, Fahrizal Efendi Nasution SH, Rabu (16/10/2013).

Itu dikatakannya usai memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Dinas PU, Pengelola LPSE Madina, Sekda Madina di gedung DPRD Madina.

Fahrizal mengatakan tata cara kerja yang dilaksanakan oleh ULP (Unit Layanan Pengadaan) sangat dicurigai ada permainan serta tidak profesional.

Tentang Jaminan Pekerjaan ungkap Fahrizal, ULP telah menggugurkan sebanyak 40 perusahaan pada 20 paket program pekerjaan dengan alasan bahwa perusahaan-perusahaan itu tidak menyerahkan hasil pemindaian jaminan pelaksanaan.

Fahrizal juga mendapatkan indikasi kuat bahwa perusahaan-perusahaan pemenang tender banyak yang tidak memiliki PPN sesuai dengan atauran yang berlaku.

“Ada beberapa perusahaan yang dimenangkan sudah dicabut PKP-nya,” tegas Fahrizal.

Pencabutan PKP itu terkait upaya pemerintah bersama Kantor Pelayanan Pajak di Padangsidimpuan saat ini yang giat melakukan penertiban perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki PPN.

“Berdasar keterangan pihak LPSE yakni saudara Jufri juga banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak sesuai dengan pelaksanaan proses tender,” imbuhnya.

“Yang mengherankan kita, kenapa rusaknya server hanya pada Dinas PU saja, sedangkan instansi lainnya tidak, padahal saya pikir semuanya sama saja tentang tata cara kerjanya,” kata Fahrizal.

Oleh karenanya, lanjut Fahrizal, bukan tidak mungkin nantinya DPRD Madina akan merekomendasikan agar tender yang dilaksanakan oleh LPSE khusus untuk Dinas PU akan diulang ataupun dibatalkan.

“Saat ini kita akan mengambil kesimpulan menunggu ada jawaban tertulis dari pihak LPSE terkait beberapa pertanyaan anggota DPRD yang tidak bisa dijawab, usai ini nanti kita akan membuat kesimpulan berupa rekomendasi, jadi kita berharap agar wakil bupati untuk segera membatalkan tender pada Dinas PU Madina,” kata Fahrizal.

Bahkan, menurutnya, DPRD juga akan merekomendasi kepada arapat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunakan Alat Seadanya, Magrifat Buka Les Komputer Gratis untuk Anak-Anak

    Gunakan Alat Seadanya, Magrifat Buka Les Komputer Gratis untuk Anak-Anak

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun dengan menggunakan alat seadanya tidak menyurutkan niat Magrifat Lubis untuk memberikan les pengenalan dan pengoperasian komputer tingkat dasar secara gratis kepada anak-anak di lingkungannya. Aktivis Muda ini dengan sukarela dan penuh kesabaran mengajari anak-anak agar tidak gagap teknologi (gaptek). Kegiatan yang menggunakan 5 unit komputer yang dipinjamkan salah satu seniornya […]

  • Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sobir Lubis terpilih menjadi Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina). Politisi Partai Golkar ini terpilih pada Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Madina, Selasa (5/11/2019). Komisi I DPRD Madina membidangi Pemerintahan, yang memiliki banyak sektor yang harus ditangani komisi ini, baik dari sisi legislasi, pengawasan maupun budgeting. […]

  • Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis mempertanyakan tas hitam kliennya yang digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tanpa sepengatahuan suami Neneng Sri Wahyuni. “Nazar tidak dilibatkan. Padahal dalan pasal 129 KUHAP berisi penyidik memperlihatkan benda yg akan disita, kepada keluarganya. Karena akan dimintai keterangan benda itu,” kata OC Kaligis di depan Rutan Mako Brimob […]

  • Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Polisi itu kan bagian dari masyarakat, bertindak berdasarkan kode etik yang telah ditetapkan, jaga kehormatan kesatuan. Jika kita berpedoman pada niat baik, melakukan tugas dengan cara-cara yang baik insyaallah tidak ada masalah”. Kalimat itu salah satu ungkapan yang diucapkan Kombes (Purn) H. Syamsir A. Loebis,SH glr Mangaraja Oloan Soripada di halaman 8, Bagian I, buku […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

  • Tak Ada Nama Harun di Web Cakada Gerindra

    Tak Ada Nama Harun di Web Cakada Gerindra

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailin Online) – Tak ada nama Harun Musthafa Nasution dari 350 kader Partai Gerindra yang maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dalam rilis yang diterbitkan di website resmi partai itu. Akses terakhir pengecekan dilakukan pada Sabtu,16 November 2024 sekitar pukul 15.50 WIB. Dari 350 nama itu, ada beberapa yang sudah mendapat perlakuan […]

expand_less