Home / Seputar Madina / Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua pimpinan partai politik menilai pelayanan di RSU Panyabungan kian menurun, padahal anggaran untuk rumah sakit itu telah dinaikkan.

Penilaian itu disampaikan Ketua DPC Hanura Madina Ir.Ali Makmur Nasution yang juga anggota DPRD Madina, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Kamis (29/10).

Dalam sepekan terakhir, kedua parpol itu banyak menerima keluhan dan laporan dari warga Panyabungan Barat, Panyabungan, Siabu, Bukit Malintang dan Panyabungan Timur yang beberapa waktu lalu terpaksa berobat ke rumah sakit swasta di Panyabungan disebabkan keluhan pelayan di RSU Panyabungan.

Ali Makmur Nasution mengutarakan, tadi dia didatangi warga mengeluhkan layanan RSU Panyabungan yang tidak ada dokter di tempat. Warga yang mengadu itu mengaku sudah 3 hari di RSU tak mendapat pengobatan berarti karena tak ada dokter, setelah 3 hari RSU Panyabungan merujuknya ke RS swasta.

Saat itu juga Ali Makmur menghubungi pimpinan RSU Panyabungan, tetapi jawaban dan bahasa pimpinan terkesan kasar.

Saat Ali menanyakan apakah tidak ada kebijakan atau cara lain mencari dokter lain? Jawaban pimpinan RSU Panyabungan malah berkata bahwa tak lagi urusannya mencari dokter, karena dia telah selama ini berupaya mencari dokter spesialis.

“Bahkan beliau sempat mengatakan ‘ho sajo ma manyoroti au, aha langa goyak ni roamu tu au (kamu saja lah yang menyoroti saya, apa sakit hatimu padaku). Ini aneh, saya sebagai anggota DPRD tentu harus memperrtanyakan kebijakan publik rumah sakit, apalagi keluhan warga mengadu kepada saya harus saya tindaklanjuti ,” kata Ali Makmur menirukan kata-kata pimpinan RSU Panyaungan.

“Beliau juga menyatakan bahwa rumah sakit swasta juga menerima pasien BPJS, kenapa harus ke RSU Panyabunga saja,” ujar Ali.

Ali mengatakan, seharusnya pimpinan RSU Panyabungan lebih profesional mengatasi masalah. Termasuk juga memberiikan jawaban-jawaban dari pertanyaan publik. “Kepada saya saja dia berkata seperti itu, apalagi kepada warga biasa tak bisa saya bayangkan,” kata Ali.

Ali menyatakan, seharusnya tak ada alasan dokter tak ada jika ada dokter lain yang cuti. Sebab Sebab, anggaran untuk RSU Panyabungan saja telah milyaran rupiah di Perubahan APBD Madina 2015.

Kenaikan anggaran itu diperuntukkan bagi tunjangan untuk dokter yang bertugas dan pembelian obat-obatan, pegawai honor.

“Harusnya pimpinan RSU itu mencari dokter yang serius bertugas melayani pasien, anggarannya ada,” kata Ali Makmur yang akrap disapa Oji Ganding ini.

Oleh karenanya, dia berharap kepada bupati Madina untuk memperhatikan layanan RSU Panyabungan itu demi kebaikan layanan kepada pasien.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, juga telah menerima banyak laporan dari warga soal keluhan layanan di RSU Panyabungan. Iskandar mendesak bupati segera bersikap tegas guna untuk menyelamatkan nama baik RSU Panyabungan dan nama baik bupati.

“Kemarin-kemarin itu banyak warga mengadi ke DPC PDI Perjuangan Madina soal keluhan mereka terhadap layanan RSU Panyabungan, termasuk dokter yang sering tak ada akibat cuti. Warga yang mengeluh itu dari Panyabungan Barat, Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Siabu,” katanya.

Secara terpisah, Direktur RSU Panyabungan Drg.Bidasari yang dikonfirnasi via telefon seluler menyatakan bahwa dia sempat dihubungi Ali Makmur Nasution mempertanyakan keluhan warga itu.

Dokter spesialis yang dimaksud oleh Ali Makmur Nasution memang kebetulan sedang sakit dan saat ini masih diopname, sedangkan dokter yang satu lagi sedang cuti. Tetapi karena satu dokter sakit, makanya dia memanggil dokter yang cuti agar pasien terlayani.

“Saat ini dokternya sudah datang dan ada di sini, Pak,” kata Bidasari. Dia menyatakan bahwa selama ini salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendatangkan dokter di Panyabungan. Banyak dokter yang enggan bertugas di Panyabungan akibat berbagai faktor situasi serta kondisi Madina.

Memecahkan persoalan itu pihaknya telah banyak menempuh berbagai langkah dan kebijakan, termasuk melakukan kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara bagi ketersediaan dokter sepesialis di Panyabungan, hingga upaya ke pemerintah pusat di Jakarta, tetapi mencukupi jumlah kebutuhan dokter spesialis masih sulit.

Di sisi lain, Bidasari menyatakan bahwa pelayanan RSU Panyabungan boleh saja disoroti dan dinilai, tetapi dia berharap agar penilaian harus memiliki indikator yang jelas dan terukur.

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar