Home / Seputar Madina / Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

bendungan batang gadis 131012PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hitro (PLTMH).

Tiga perusahaan swasta sudah melirik Madina dalam rencana investasi. Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras Cemerlang.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Madina Ir.Arpan Harapan Siregar, MT didampingi Kabid kelistrikan Budi Rahmat ST kepada wartawan, Kamis (11/10), PLTMH ini adalah salah satu energy yang ramah akan lingkungan dengan memanfaatkan aliran sungai yang mempunyai daya tinggi dan juga sebagai sumber energi alternatif.

“Saat ini di Sungai Batang Natal dan Batang Gadis sedang dilakukan study design oleh perusahan swasta tersebut,” katanya.

Jika berlanjut akan segera melakukan tahapan konstruksi. “Disamping itu juga sedang dilakukan survey potensi diwilayah Mandailing Julu yang diperkirakan akan mencapai 10 hingga 15 MW,” ujarnya.

“Kondisi Madina saat ini masih devisit listrik dan masih membutuhkan tenaga ekstra untuk mendongkrak rasio elektifikasi. Dimana dari 450 desa di daerah kita terdapat 53 desa lagi yang belum dialiri listrik oleh PT PLN,” jelas Arpan.

Energi listrik yang dihasilkan dari dua sungai tersebut akan dikoneksikan ke Jaringan Trasmisi Sumatra (JTS) kerjasama pola bagi hasil dengan pihak PT. PLN.

Arpan menyatakan, pihak PLN sebagai penyedia usaha ketenagalistrikan telah mempunyai rencana jangka panjang untuk membangun sarana infrstruktur khususnya bagi daerah-daerah yang belum menikmati aliran listrik dan memproritaskan transmisi dan distribusinya khusus untuk Madina.

“Pada prinsipnya Pemkab Madina sangat mendukung rencana pengembangan potensi aliran sungai pola PLTMH yang akan memberikan manfaat besar kepada daerah, seperti membuka peluang menambah lapangan kerja baru,” katanhya.

Selain itu, pembangkit listrik ini tidak mengganggu ekositem sungai di satu sisi dan iklim investasi terbuka kerena permasalahan listrik sudah dapat terpenuhi sebagai salah satu pertimbangan untuk investasi. (mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar