Home / Seputar Madina / Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

MEDAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH mendesak Pemkab Madina untuk melakukan langkah-langkah bagi percepatan pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan.

Itu dikatakan Fahrizal terkait progres pembangunan ulang komplek Pasar Baru Panyabungan yang belum memperlihatkan kemajuan signifikan pasca kebakaran Maret lalu.

Menurutnya, jika pembangunan pasar ini masih menghadapi kendala sumber dana dari APBN atau APBD Provinsi, Pemkab Madina bisa saja mencoba jalur swasta. Sebab, pihak swasta juga dimungkinkan bisa melibatkan diri dalam pembangunan pasar itu.

“Tidak semua pembangunan infrastruktur dapat dilakukan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah, khususnya daerah otonom baru yang masih belum diimbangi dengan kapasitas SDM dan finansial yang memadai,” ujar pria yang bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini.

Oleh karenanya, menurutnya, skema kerjasama pemerintah daerah dengan pihak swasta telah ada yakni Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 yang kemudian direvisi menjadi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

Fahrizal yang juga politisi Partai Hanura ini mengungkapkan, Pasar Baru Panyabungan bukan saja sebagai lokasi penting bagi nasib para pedagang, lebih dari itu Pasar Baru juga merupakan titik penting bagi konstlasi kota Panyabungan sebagai pusat perdagangan bagi Madina masa kini dan pusat perdagangan regional dalam jangka panjang.

Oleh karenanya, desain konstruksi pasar ini juga harus bersandar pada visi futuristik kebutuhan style 50 hingga 100 tahun ke depan.   Sebab, perkembangan kota Panyabungan untuk puluhan tahun mendatang itu tidak sama dengan masa kini.

Berbagai pembangunan infrastruktur, misalnya jalur Madina-Palas, tingkat pertumbuhan perkebunan kopi Mandailing serta riak industri kecil dan menengah akan berdampak bagi grafik kota Panyabungan di masa mendatang dari sisi kota perdagangan.

Berdasar itu, kebutuhan desain Pasar Baru Panyabungan dengan plot bukan saja pada segmen perdagangan eceran, tetapi ebh dari itu harus memiliki kapasitas sebagai pusat pasar grosir agar ketergantungan Madina terhadap Bukit Tinggi dapat diminimalisir.

Dengan demikian, pertumbuhan kota Panyabungan ke depan dapat dijawab oleh kapasitas Pasar Baru. Sehingga, pertumbuhan ekonomi masyarakat Mandailing Natal dapat lebih tergenjot dengan kehadiran pusat pasar yang multi komplek.

Pola pusat pasar seperti ini telah diterapkan oleh Pemko Padang Sidimpuan yang melakukan kerjasama dengan pihak swasta pasca kebarakan beberapa tahun lalu.

Peliput : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.