Home / Hiburan / Film “Si Bisuk Naoto” Diangkat Dari Legenda Klasik

Film “Si Bisuk Naoto” Diangkat Dari Legenda Klasik

 

SIABU (Mandailing Online) – Film “Si Bisuk Naoto” mengangkat cerita legenda klasik di daerah Tapanuli Bagian Selatan. Dulu, jauh sebelum buku bacaan ada, masyarakat di daerah ini sudah terbiasa mendengar cerita tentang tokoh Si Bisuk Na Oto yang penuh kelucuan.

Film berbahasa Mandailing yang diproduksi Tympanum Novem Multimedia bekerjasama dengan Nila Sari Pro itu telah beredar dalam bentuk DVD di kawasan Sidempuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Palas, Paluta, Rantau Prapat, Rokan Hulu, Pasaman dan Pasaman Barat.

“Prototipe tokoh ini sering digambarkan seperti tokoh Abu Nawas dalam cerita “Seribu Satu Malam” di Persia. Cerita ini dituturkan dari mulut ke mulut, tentu dengan banyak versi cerita,” ungkap sutradara film “Si Bisuk Naoto”, Askolani Nasution kepada Mandailing Online, Senin (3/8).

Baru pada sekitar tahun 1919, oleh M. Kasim, sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka, sempat mempopulerkan cerita “Si Bisuk na Oto” ketika beliau menjadi guru di Kotanopan, wilayah yang berada di bawah pemerintahan Asisten Residen Mandailing-Angkola.

Versi klasik dalam legenda daerah itu tentu saja berbeda penampilannya dalam film produksi bersama Nila Sari Pro dan Tympanum Novem Multimedia ini. Askolani Nasution, sebagai penulis skenario sekaligus sutradara, mengkemas tokoh ini dalam versi yang lain.

Tokoh Si Bisuk na Oto digambarkan sebagai tokoh miskin, memiliki keterbelakangan mental, dan lugu. Julfikar Rambe memerankan Si Bisuk na Oto dengan amat baik menirukan gaya Dustin Hoffman dalam film “Rain Man” atau gaya Robert De Niro yang pernah memerankan tokoh idiot dalam sebuah film tahun 90-an.

Bukan tanpa alasan cerita ini dinuzulkan oleh Askolani Nasution. “Banyak cerita klasik yang mulai kita lupakan,” katanya.

“Padahal cerita ini dulu amat sering kita dengar diceritakan dari mulut ke mulut. Selain menghibur, juga banyak kandungan paedagogiknya. Film daerah kita jangan hanya terjebak untuk lucu-lucuan saja, tapi minus pendidikannya, malah terkesan dagelan” imbuhnya.

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar