Home / Seputar Madina / Fitnah Terus Gentayangan, Dahlan-Suheri Panen Simpati

Fitnah Terus Gentayangan, Dahlan-Suheri Panen Simpati

MEMBICARAKAN  peluang atau kans untuk menjadi Bupati Mandailing Natal periode 2016-2021 “selalu” muncul nama pasangan calon Nomor 2 Dahlan-Suheri. Selama ini, paslon ini sering dihantam dengan desas-desus, finah, caci-maki serta dituding oknum dari kalangan lawan politik. Namun, akhirnya ketabahan paslon yang sama-sama bermarga Nasution ini dalam menghadapi ulah berbau fitnah itu rupanya menumbuhkan rasa simpati dan empati yang sangat tinggi dari masyarakat.

Tim yang melakukan investigasi mauapun liputan terhadap dinamika Pilkada dan kegiatan paslon Dahlan- Suheri di berbagai wilayah melaporkan, sikap “cuek“ Dahlan Hasan Nasution dalam menghadapi tudingan yang dilontarkan lawan-lawan politiknya selama ini menimbulkan pertanyaan empatik di tengah-tengah masyarakat: “Apa sebenarnya yang terjadi sehingga ada saja warga setiap hari melontarkan kalimat miring terhadap kepemimpinannya sejak menjadi orang nomor satu di Bumi Gordang Sambilan ini?”

Di Kota Panyabungan, misalnya, baik di Kedai kopi maupun tempat-tempat masyarakat berkumpul, ketika membicarakan pasangan calon bupati/wakil bupati, maka nama Dahlan yang paling kerap muncul. Apakah karena Dahlan Hasan itu merupakan patahana? Apakah benar dia memang suka memberikan harapan, apakah memang dia suka membohongi rakyatnya? Apakah dia memang benar-benar membohongi warganya? Siapa sebenarnya yang dibohonginya? Inilah yang secara terus-menerus dicari darimana asal-muasal tudingan “pembohong, terlalu banyak sumpah, kebanyakan janji dan lain-lain.

“Bupati Madina itu Pembohong…?” sebut seorang warga di hadapan tim, ketika ditanyakan “Apa yang dibohongi dan siapa yang dibohongi?“ “Jawabanya,” kata orangnya, “dimana-mana dan tentu tuduhan pembohong ini menjadi tanda-tanya besar. Ketika dicoba menggali dari mana asal-muasal kalimatnya juga belum ketemu. Sebab selalu saja jawab yang datang, “yang dibilang orang nya.”

Makanya, warga itu pun langsung menepis tuduhan fitnah itu, “Kalau saya, gak pernah dibohongi.”

Asal-Muasal Fitnah

Ketika menghadiri pesta di Desa Tarlola, seorang penduduk mengaku Muhammad mengutarakan, “Warga Batang Natal akan ikut serta berusaha untuk memenangkan Dahlan-Suheri menjadi Bupati Madina periode 2016-2021, sekalipun banyak warga yang mengatakan bahwa Dahlan ‘suka janji’ dan ‘pembohong’. Selama ini, warga telah melihat dan merasakan apa yang telah dibuatnya setelah menjabat Bupati.”

Terus terang, lanjut Muhammad, apapun kalimat yang dilontarkan orang untuk menjatuhkan nama baik Dahlan, bagi warga Batang Natal tak akan menjadi masalah. Dia menilai, kebanyakan pihak-pihak yang menudingnya seperti adalah orang-orang yang selama ini sering berhubungan dengannya. Mungkin iya, orang yang memfitnah dan bersikap khianat itu kebetulan orang merasa tidak disahuti. Banyak orang yang kemudian menuntut macam-macam kepada Dahlan Hasan Nasution. Mungkin juga yang banyak menuntut itu termasuk orang yang memfitnahnya sekarang ini. Mungkin iya dan mungkin juga karena memang Dahlan Hasan Nasution suka umbar janji.

Namun begitu, katanya, warga Batang Natal setelah sering membaca media dan membuka facebook sehingga menjadi simpati kepada Dahlan. “Apalagi dia itu kan Putra Batang Natal yang merupakan kebanggaan kita bersama. Sebab, fitnah yang dilontarkan oknum tertentu itu erat kaitannya dengan rencana menjatuhkan wibanawanya sebagai Bupati Madina.

 

Perbanyak Turun ke Desa

Sementara itu, warga Panyabungan Selatan, Burhanuddin menceritakan kepada Tim di RM Paranginan, Jembatan Merah, pekan lalu (Sabtu, 10/10) menilai, banyaknya cacian, fitnah yang dilontarkan oleh lawan politik Dahlan. Ini tidak akan membuat warga terpengaruh, sebab kalau diceritakan di media sosial facebook segala macam, tapi warga tetap tidak peduli, yang penting bagi mereka, Bupati Madina sekarang ini anti-korupsi. “Itu saja,” katanya menegaskan sikapnya.

Sebagai saran, Burhanuddin juga menjelaskan, Dahlan- Suheri sering turun ke desa-desa baik waktu masa kampanye ini, apalagi setelah terpilih nantinya. Sebab rakyat itu sangat ingin sekali bertatap muka dengan bupati/wakil bupati. Siapa pun yang terpilih nantinya, tidak menjadi soal bagi warga. Namun yang menjadi poinnya adalah: “Apa salahnya jika Bupati Madina sekarang melanjutkan pembangunan yang terbengkalai.

Menarik mengamati dan manganlisis pandangan masyarakat. Ketika mereka ditanya, “Benarkah Pendukung Dahlan-Suheri di Panyabungan Selatan sangat sedikit…? Jawabannya justru sangat spontan, “Siapa yang bilang? Yang ngomong itu orang yang sok tahu. Memang, ada oknum tim sukses yang mengatakan Bupati kita sekarang pembohong. Tapi bagi warga, gak menjadi soal. Sebab Dahlan dicaci dan dimaki karena baik dan benar. Warga gak peduli sepanjang dia (Bupati Madin, Red) mau melihat rakyatnya nanti.

“Kalau wilayah Panyabungan Selatan boleh dikatakan merupakan pendukung Dahlan-Suheri sekalipun ada oknum yang secara terang- tarangan datang menyampaikan fitnah terhadap kepemimpinannya, tapi bagi warga justuru semakin simpati kepada bupati sekarang ini. Itu yang benar kawan,” ujar Burhanuddin.

 

Perhatikan Warga Miskin

Warga Siabu, Zulham Hadi Nasution, secara khusus mengatakan kepada Tim, harapannya kepada paslon Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dan H. Ja’far Sukhari Nasution ke depan harus lebih memperhatikan warga miskin. Sebab, banyak warga yang ingin berobat ke RSUD mengeluh dan merasa kecewa karena persyaratan BPJS atau anggaran RSUD untuk warga miskin kurang dikelola dengan baik, sehingga unujung-ujungnya menyalahkan Bupati. Padahal kesalahan seperti itu boleh jadi ada di pihak RSUD.

Beberapa waktu lalu, tambahnya, ada seorang anak mau berobat ke RSUD. Namun akhirnya meninggal dunia. Ini mengingatkan orang pada kelebihan H. Amru Daulay, SH yang sangat memperhatikan rakyatnya yang hendak berobat, terutama kurang beruntung. Sebab kenyataannya banyak warga mengeluh dan nekat karena sulitnya mendapatkan pasilitas yang baik untuk berobat bagi warga miskin.

“Karena itulah,” ujar Zulham Hadi, “Mumpung belum terlambat ada baiknya Dahlan-Suheri mengatur jadwal untuk turun ke desa-desa melihat kondisi ril kesehatan maupun kehidupan masyarakat. Sebab, kalau persoalan memilih pemimpin lebih banyak mengharapkan uang ketimbang yang lain. Tapi  kalau kita mengambil simpati rakyat, maka hasilnya akan baik. Jangan karena ada maunya baru turun berhadapan dengan rakyat.

 

Parbeca Juga Warga Madina

Hiruk pikuk Pilkada sekarang ini membuat abang-abang parbeca di Panyabungan pasang kuping. Meraka berharap sedikit kebaikan hati paslon, maka mereka suka mencari-cari informasi tentang paslon yang bakal datang menjamu. Wajar, karena parbeca motor (betor) juga bukan warga yang lain. Mereka termasuk warga Madina yang bakal ikut menentukan pilihan pada pencoblosan 9 Desember 2015 ini, karena itu suara parbetor juga harus didengar.

Memang, selama ini kita lihat sangat jarang pejabat setingkat apapun yang mau berkomunikasi dengan parbetor. Tetapi manakala menjelang Pilkada, termasuk Pileg, banyak yang memanfaatkan parbetor untuk mendapatkan suara dari keluarga parbetor khususnya.

“Saura kami juga sah untuk memlih bupati/wakil bupati. Kenapa kami selalu diabaikan? Apakah kami hanya pelengkap penderita bagi paslon yang bertarung tahun ini? Kami juga bisa menentukan kalah atau menangnya bupati/wakil bupati, karena suara kami juga cukup banyak, karena kami juga ikut memilih,” ujar Nasution salah seorang parbetor di Panyabungan.

Bagaimana kira-kira pendapat parbetor terhadap fitnah yang selama ini sering menghantam Dahlan….? Salah seorang abang beca mengatakan, “Bagi parbetor, gak perlu kalimat fitnah. Yang penting, nasib kami diperhatikan sudah cukup. Tapi jangan sanjung kami ketika membutuhkan suara kami dan setelah itu malah lupa,“ kata Nasution.

Ingin Dialog Dengan Bupati Madina

Tim yang mencoba menelusuri dan mempertanyakan seperti apa kans Dahlan–Suheri di tengah hujatan dan fitnah itu? Oleh para pedagang, banyak yang mengatakan sangat ingin berdialog dengan Dahlan Hasan selaku Bupati Madina. Selama ini, walaupun Bupati Madina sering datang ke Pasar Baru, tetapi untuk dialog gak pernah. Makanya, pedagang ingin dialog menyampaikan keluhan pedagang secara langsung.

“Kami pedagang pernah mendengar Dahlan difitnah, tapi bagi pedagang itu nggak jadi masalah. Sebab seseorang memfitnahnya disebabkan ada masalahnya, jangan-jangan yang melontarkan fitnah itu pun hanya karena gak di-openi. Berapa banyak orang yang seperti itu,” katanya.

 

Saran-saran

Informasi yang dihimpun Tim selama beberapa hari ini, menggambarkan Dahlan-Suheri seharusnya lebih peka terhadap kejadian  kejadian yang muncul sekarang ini. Selama ini, banyak masalah yang ditutup-tutupi, tidak sampai kepada Bupati, sehingga warga merasa dianak-tirikan.

Karena itu, data dan informasi yang diihimpun, paslon Dahlan-Suheri akhir-akhir ini kurang berperan, ataupun terkesan “sudah menang“, sehingga membiarkan kondisi Pilkada begitu saja. Padahal secara jujur, seharusnya pasangan ini dengan mudah untuk mengambil simpati masyarakat disebabkan karena patahana bupatinya.

Waktu sudah semakin dekat, warga sangat menunggu kedatangan pasangan ini untuk melakukan dialog sekaligus membicarakan lanjutan pembangunan lima tahun mendatang. Kebiasaan Bupati selama ini harus dirobah dengan memakai konsultan dan manajemen yang baik untuk membantu menggerakkan pemilih menentukan pilihannya ke nomor dua (2) sebab apapaun ceritanya pembangunan di masa mendatang ini semakin komplit dan tentu untuk melakukan kelanjutan pembangunan di perlukan Dahlan-Suheri. Semoga.

Peliput : Tim

Editor  : Ludfan Nasution

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar