Home / Seputar Madina / Guru Sikola Arob Desak Pencairan Dana Insentif Sebelum Lebaran

Guru Sikola Arob Desak Pencairan Dana Insentif Sebelum Lebaran

Sekretaris FKDT Madina, Muhammad Ludfan Nasution, S.Sos

Sekretaris FKDT Madina, Muhammad Ludfan Nasution, S.Sos

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Kalangan guru sikola arob mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mencairkan dana insentif sebelum lebaran.

Desakan itu disampaikan para guru Madrasah Diniyah Awaliyah (sikola arob) mamemasuki pekan kedua Ramadhan kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Madina.

Selain karena kondisi umum perekonomian yang  sulit, kebutuhan dalam Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi tekanan tersendiri bagi kalangan guru MDTA.

 “Harapan guru-guru MDTA tersebut lumrah, sekalipun tidak mengetahui persis ketentuan tentang termin pencairan insentif tersebut. Betul, tahun lalu, waktu pencairan insentif yang pertama memang setelah enam bulan, tepatanya pada bulan Juli 2015. Untuk pencairan kedua terlaksana pada Desember 2015. Saya pikir, Pemkab Madina juga tidak kebaratan untuk mengambil kebijakan dalam mencairkan insentif pertama pada hitungan enam bulan pertama pada Juli 2016 ini,” kata Sekretaris FKDT Madina, Muhammad Ludfan Nasution, S.Sos, Rabu (22/6/2016).

Iuran Anggota

Selain itu, FKDT Madina berharap agar pada 2016 ini anggota FKDT yang saat ini diperkirakan sudah mencapai lebih dari 2000 orang tidak keberatan jika dalam waktu dekat mengambil keputusan agar setiap anggota resmi membayar iuran bulanan untuk enam bulan sesuai dengan pencairan insentif. Yang dimasud dengan anggota resmi FKDT adalah semua gutu MDTA yang sudah masuk dalam daftar penerima insentif sesuai dengan Peraturan Bupati tentang itu ditambah dengan sejumlah guru yang masuk kategori “tidak diperkenankan mendapat insentif” karena alasan sudah PNS atau sudah lulus sertifikasi.

Terkait dengan rencana keputusan FKDT Madina tentang iuran anggota, Ludfan Nasution menyeburkan, “Kita akan berusaha sesegera mungkin untuk melaksanakan rapat untuk memutuskan apakah sudah saatnya meminta partisipasi berupa iuran, berapa besarannya, kapan dan bagiaman teknis pembayarannya. Tapi, yang lebih mendasar adalah kesadaran anggota atas pentingnya wadah FKDT Madina, pentingnya operasional. Satu lagi, yang terpenting, anggota dan masyarakat perlu mengetahui bahwa sekalipun sudah eksis lebih dari satu tahun, FKDT Madina masih menumpang kantor di MDTA Nurul Huda Pasar Hilir.”

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar