Home / Seputar Tapsel / Harga Beras dan Elpiji di P Sidimpuan – Tapsel Naik

Harga Beras dan Elpiji di P Sidimpuan – Tapsel Naik

Tapsel – Harga beras lokal dan gas elpiji 3 kg di Kota Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan (Tapsel) terus merangkak naik hingga mencapai Rp 2.000 per kg. Kenaikan harga ini dipicu dampak kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Informasi dihimpun, Rabu (3/12), harga beras lokal jenis IR 64 sebelum kenaikan harga BBM berada dikisaran Rp 9.500/kg sampai Rp 9.800/kg. Namun saat ini harga ditingkat pengecer sudah mencapai antara Rp 11.500/kg sampai Rp 12.500/kg.Beberapa hari setelah naiknya harga BBM bersusidi, harga beras lokal jenis IR 64 tersebut spontan mengalami kenaikan Rp 2.500 sampai Rp 3.500/kg dan seminggu kemudian naik lagi. Diakhir November 2014 atau minggu kedua pasca kenaikan BBM, harga beras lokal kembali naik.

Kenaikan harga beras lokal tersebut diikuti naiknya harga gas elpiji bersusidi. Sebelumnya gas elpiji 3 kg ditingkat pengecer berada dikisaran antara Rp 15.000/tabung sampai Rp 17.000/tabung. Namun saat ini sudah mencapai antara Rp 19.000/tabung sampai Rp 21.000/tabung. Ini menunjukkan kenaikannya sudah mencapai Rp 2.000/tabung.

Lila Nasution, pedagang di Padangsidimpuan mengatakan naiknya harga beras dan gas elpiji isi 3 kg tersebut disebabkan naiknya harga dari distributor. “Kata distributor ongkos angkut naik sehingga harga naik. Mau tidak mau kita harus menaikkannya juga,” katanya. Menurutnya, bukan hanya harga beras dan gas elpiji yang naik, tapi hampir seluruh kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan.

“Paling memberatkan bagi pedagang kenaikan sebahagian barang kebutuhan masyarakat yang tidak normal antara 10% sampai dengan 20% menyulitkan pengecer untuk menaikkan harga,” ujarnya.

Menyikapi kenaikan harga tersebut, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre IV Padangsidimpuan Maidana Aulia Siregar SH mengatakan kenaikan harga beras hingga saat ini belum cukup menghawatirkan karena tingkat kenaikannya belum sampai 10%. “Standar operasi pasar (OP) dilakukan jika kenaikan sudah mencapai 15%,” kata Maidana.

Bulog Sub Divre IV P Sidimpuan yang wilayah kerjanya meliputi, Kota P Sidimpuan, Tapsel, Madina, Palas, Paluta, Sibolga, Tapteng dan Nias, kata Maidana baru Tapanuli Selatan yang mengajukan dilaksanakan OP. “Harga beras OP nantinya hanya Rp 7.500/kg ,” ujar Maidana.

Pemerhati masyarakat Kota Padangsidimpuan dan Tapsel, Kodir Pohan, menilai kenaikan harga barang pokok bukan saja terjadi setelah ditetapkan harga BBM naik. Namun sebelum itu juga harga barang sudah merangkak naik yang dipicu dengan isu-isu akan naiknya BBM. “Jadi kenaikan harga sekarang merupakan akumulasi kenaikan harga yang secara beruntun terjadi,” katanya.(medanbisnis)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar