Home / Seputar Madina / Harga Kakao di Madina Makin Manis

Harga Kakao di Madina Makin Manis

SIABU (Mandailing Online) – Harga kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami trend naik. Mulai dari Rp.20.000 hingga saat ini mencapai Rp.26.000 per kolgramnya.

Darwin Lubis, petani kakao di Desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu menjawab wartawan, Minggu (3/10/2013) mengungkapkan terus membaiknya harga salah satu komiditi andalan di desa itu membuat petani semakin bahagia.

Menurutnya, harga ini hampir mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, dimana lima tahun lalu pernah menembus angka Rp.27.000 per kg.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pada waktu harga kakao mencapai Rp.27.000 / kg pereknomian masyarakat naik, misalnya bisa membangun rumah, naik haji maupun untuk keperluan biaya anak-anak sekolah ke perguruan tinggi,” jelasnya.

Tetapi harga itu hanya bertahan sekitar satu tahun, lalu bergerak turun hingga mencapai Rp.11.000 / kg.

“Nah pada harga inilah banyak dari petani pasrah dan membiarkan tanaman tidak terawat, sehingga tanaman coklat banyak yang mati, akan tetapi semenjak harga mulai membaik tentunya kita tersejum kembali” katanya.

Di tempat terpisah, Hasan Basri petani kakao di Kecamatan Panyabungan Barat menyatakan naiknya harga itu akibat membaiknya harga coklat pada pasar intrernasional yang pada akhirnya berdampak pada harga tingkat petani.

Hasan mengakui, perospek kakao yang semakin bagus ini membuat mereka terus memperdalam ilmu pengetahuan tentang bagaimana tata cara perawatan agar terhindar dari ancaman hama, dengan mengikuti berbagai pelatihan maupun dengan gebrakan dalam meningkatkan mutu kakao.

“Seperti baru-baru ini kita baru pulang dari Medan mengikuti pelatihan, bagaiamana memperoleh hasil penen yang maksimal, tata cara mengantisipasi serangan penggerek buah yang saat ini menjadi musuh bagi petani kakao. Dan kita mendapatkan penangkalnya dengan memelihara semut hitam, alhamdulilah ada hama mulai hilang,” katanya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar