Home / Seputar Madina / Harga Sembako Terus Naik

Harga Sembako Terus Naik


MADINA-
Sepekan menjelang bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal terus merangkak naik. Sementara harga beras hingga saat ini masih stabil atau tidak mengalami kenaikan.
H Abdul Fatah (55), pedagang telur ayam ras di Pasar Baru Panyabungan kepada METRO, Senin (25/7) mengatakan sudah menjadi kebiasaan harga sejumlah bahan pokok menjelang bulan puasa mengalami kenaikan.
Seperti harga telur ayam ras, dalam tiga minggu terakhir ini mengalami kenaikan dari Rp26 ribu per papan (30 butir) atau Rp900 perbutir menjadi Rp27 ribu per papan. Kemudian saat ini harga telur naik lagi menjadi Rp29 ribu per papan.
Naiknya harga telur ayam ras juga berimbas ke harga telur ayam kampung. Jika harga telur ayam kampung sebelumnya Rp1.500 per butir, sejak dua pekan terakhir naik menjadi Rp2.000 per butir.
“Dan 2 hari ini harga telur ayam ras menjadi Rp31 ribu per papan, sedangkan harga telur ayam kampung dari Rp1.500 menjadi Rp2 ribu per butir. Diperkirakan harga ini masih akan naik karena menurut kebiasaan, harga akan terus naik hingga masuk bulan Ramadan,” ungkap Fatah.
Alasan naiknya harga ini, sebut Fatah, akibat meningkatnya kebutuhan konsumen. Selain itu juga disebabkan menurunnya produksi telur ayam ras.
“Biasanya setiap bulan puasa, kebutuhan telur meningkat untuk membuat kue dan lainnya,” ujarnya sembari mengaku sehari bisa menghabiskan 50 papan telur ayam ras.
Kenaikan harga bukan hanya pada telur ayam. Harga minyak goreng juga turut naik, meski tak jauh dari harga biasanya.
”Minyak sayur (goreng, red) juga naik tapi tidak sedrastis harga telur ayam. Harga minyak sayur saat ini Rp11 ribu per kg dari sebelumnya Rp10 ribu per kg,” tambahnya.
Kenaikan harga yang mencolok terjadi pada harga gula merah. Dalam sepekan ini harganya naik mencapai 50 persen atau dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp18 ribu per kg.
“Pekan lalu kami masih bisa menjual seharga Rp12 ribu per kg, namun pekan ini harganya sudah Rp18 ribu per kg. Kami bukan hanya menghadapi masalah harga yang melonjak ini, tapi bahan juga sulit kami peroleh karena banyak toke dari luar daerah yang mengambil hasil produksi gula merah di Madina ini,” sebut Suhaimi pemilik toko sembako di Pasar Baru Panyabungan.
Dikatakannya, harga gula merah diyakini akan semakin naik mengingat sulitnya untuk memeroleh bahannya. Diperkirakan harga gula merah akan mencapai Rp20 ribu per kg seperti tahun lalu.
“Sedangkan kenaikan harga gula putih tidak seperti pada gula merah. Harga gula putih hanya naik Rp2 ribu per kg, yakni dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kg,” sebutnya.
Sementara harga beras hingga saat ini masih stabil dan tidak mengalami kenaikan. Hanya ada satu jenis beras yang harganya naik, yakni beras kincir angina, dari Rp9.200 per kg menjadi Rp9.500 per kg.
“Kalau jenis lain harganya masih stabil belum ada yang naik,” kata Rahman pedagang beras di Pasar Baru Panyabungan.
Harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp22 ribu-Rp23 ribu per kg menjadi Rp24 ribu per kg.
“Sejak 3 pekan terakhir harganya terus naik dan naiknya seribu rupiah saja. Dan harga diperkirakan akan terus naik,” sebut Fatimah.
Kadis Perindagkop UKM dan Pasar Madina Drs Ansyari Nasution mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan turun memonitor harga bahan pokok ke pasar.
“Mungkin hari Kamis (28/7) besok kita akan turun ke lapangan untuk memonitoring kenaikan harga ini,” katanya melalui telepon seluler.
Permintaan Tinggi
Harga sembako di Pasar Sibuhuan, Barumun, Padang Lawas mengalami kenaikan. Naiknya harga sembako tersebut terjadi sejak sepekan terakhir.
Demikian hasil peninjauan pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Padang Lawas, Senin (25/7).
Kadisperindagkop dan UKM Palas Drs H Tobing Hasibuan didampingi Kabid Perdagangan Dingin Rambe serta Iwan Siregar menuturkan, sejumlah harga sembako yang mengalami kenaikan yakni telur dari Rp1.000 per butir menjadi Rp1.200 per butir. Beras sipulo naik menjadi Rp130 ribu per empat tabung dari sebelumnya Rp120 ribu.
Minyak goreng curah menjadi Rp10 ribu per kilogram dari Rp9.000 per kg, gula pasir naik Rp10 ribu per kg dari Rp8 ribu per kg. Sementara daging lembu naik menjadi Rp90 ribu per kg dari Rp80 ribu per kg.
Selanjutnya, cabai merah naik menjadi Rp11 ribu per kg dari Rp9 ribu, bawang merah dari Rp17 ribu per kg menjadi Rp19 ribu, kentang Rp8.000 dari Rp7.000 per kg, tepung gandum Rp6.500 dari Rp6.000 per kg.
Diungkapkan Hasibuan, penyebab naiknya harga sembako tersebut karena tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok tersebut menjelang bulan puasa.
“Kebiasaan warga, sebelum bulan puasa tiba mereka berbondong-bondong membeli kebutuhan dan menyetoknya karena khawatir akan langkanya sembako. Padahal tidak terjadi seperti yang dikira masyarakat,” tuturnya.
Selain Pasar Sibuhuan, sebut Kadisperindagkop, Pasar Ujung Batu, Panyabungan Kecamatan Sosa dan Aek Nabara Barumun juga akan dilakukan peninjauan harga.
“Kita akan terus mengawasinya (sembako, red), agar tidak ada harga miring di pasaran,” pungkasnya. (wan/amr)
Sumber : metrosiantar.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar