Home / Artikel / Hari Merdeka di Baris Berbaris

Hari Merdeka di Baris Berbaris

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Dulu, masa kana-kanak, wajah saya selalu dipoles bedak oleh ibu saya sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, wajah anak-anak di desa-desa juga dipolesi bedak oleh ibu mereka sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dulu dan kini, (selain upacara peringatan detik-detik proklamasi) peringatan kemerdekaan Republik Indonesia hanya diisi dengan karnaval, deville. Ada juga ragam perlombaan sejenis permainan, misalnya  lari goni, panjat pinang dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas, apakah karnaval itu hiburan? Jika masuk kategori hiburan, perlukah hiburan itu? Apakah karnaval dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme? Di media-media massa akan muncul berita berjenis “HUT RI di Kabupaten Anu dimeriahkan….”.

Dulu dan kini tidak pernah terdengar atau terlihat ada kegiatan yang menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Pun, juga tak terlihat ada kegiatan yang berdampak pada timbulnya mental berdikari, mental juang, mental tarung, mental pantang menyerah, mental pantang mundur, sebagaimana para pahlawan tempoe doeloe yang memekikkan kata juang, kata pantang menyerah, pantang mundur, pantang dijajah.

Setelah saya dewasa, tak lagi diolesi bedak, saya tak lagi tertarik mendatangi kota Panyabungan untuk menyaksikan karnaval atau deville yang baris berbaris itu.

Saya akan pergi ke desa mana saja, sejauh sepeda motor saya menjelajah, hendak mencari apakah ada gerangan seperti yang saya cari. Tapi saya belum menemukannya. Yang saya temui di desa-desa justru lomba lari goni, lomba panjat pinang, lomba makan krupuk.

Tak ada even yang  menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Yang berdimensi daya rangsang soal mengapa kita harus punya negara. ***

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.