Home / Berita Sumut / Hindari Kecurangan, Tabung Gas Diberi Kondom Warna

Hindari Kecurangan, Tabung Gas Diberi Kondom Warna

MEDAN – Pemprov Sumut dalam waktu dekat akan segera menentukan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram. Selain harga HET, berdasarkan hasil tim kajian, tabung gas untuk wilayah Sumatera Utara akan ditandai dengan plastik wrap berwarna di setiap Kabupaten/Kota.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Bondaharo Siregar menegaskan, saat ini proses penetapan harga HET Sumut, sudah melewati fase eksaminasi. Dikatakannya, bahwa tidak sampai di Maret mendatang, HET elpiji di Sumut segera ditetapkan Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

“Kita kan baru usul, ketetapan tetap di pengambil kebijakan. Apakah hasil kajian kita disetujui? Kita tunggu sajalah. Karena ii usulan dari tim. Artinya tidak lebih rendah dari Aceh (Rp16 ribu) dan tidak lebih tinggi dari Sumbar (Rp17 ribu),” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (24/2).

Bondaharo lantas mengungkapkan, guna menghindari spekulan elpiji 3 kg yang marak terjadi di beberapa kawasan, pihaknya juga mengusulkan penggunaan warna pada tutup tabung melon tersebut. Usulan itu menjadi salah satu item yang tergabung dalam penentuan HET, yang menjadi patokan harga elpiji 3 kg di Sumut ke depan.

“Usulan penetapan warna ini juga menghindari beredarnya tabung LPG ke daerah lain. Di mana dalam pelaksanaannya nanti, ketika warna tutup tabung di kawasan Langkat semisal berwarna merah, jika ditemukan pada tingkat pengecer atau agen di kawasan Deliserdang, maka tabung tadi dianggap ilegal beredar,” jelasnya.

Untuk tahap awal, sebut dia, tim bentukan Pemprov Sumut dalam penentuan HET, akan memecah warna tutup tabung LPG 3 kg di 28 kab/kota. Bondaharo  menyebutkan istilah tutup tabung elpiji juga kerap diistilahkan kondom elpiji.

“Istilahnya kondom, yang menutup tabung elpiji itu. Tetapi kalau kita sebut kondom konotasinya kan nanti berbeda. Artinya, dengan adanya perbedaan warna pada tutup tabung, akan dengan mudah mengklasifikasikan elpiji tersebut berasal dari daerah mana,” katanya.

Meski demikian, ia berpandangan hal tersebut masih sebatas usulan yang mereka sampaikan ke pimpinan. Selanjutnya keputusan apakah penandaan itu bakal dipakai atau tidak, menjadi wewenang penuh pimpinan dalam hal ini gubernur. “Dalam waktu dekat saya pastikan akan keluar (harga HET),” ujarnya.

Ia mengaku, dalam rapat penentuan HET telah berlangsung lebih dari tiga kali. Unsur-unsur yang terlibat antara lain Biro Perekonomian, Disperindag, Biro Hukum, Bappeda, Dinas Pertambangan dan Polda Sumut. Sementara Pertamina sendiri dalam rapat tidak dilibatkan karena dikhawatirkan adanya intervensi harga.

Meski HET provinsi belum ditetapkan, Bondaharo menegaskan kab/kota di Sumut sebenarnya dapat menetapkan HET sendiri tanpa harus ada pengajuan ke provinsi. Semisal Kabupaten Asahan dan Kabupaten Paluta, yang menurutnya sudah menetapkan HET, lebih dulu ketimbang provinsi.

Dia menambahkan, setelah peetapan HET tersebut terbit, pihaknya akan memanggil Hiswana Migas dan kabupaten/kota, guna mensosialisasikan SK Gubernur soal penetapan harga dan warna untuk tabung elpiji itu. “Untuk sanksinya itu menjadi kewenangan Hiswana Migas guna mencabut izinnya,” katanya. 

sumber :metrosiantar

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar